Nusantara

Bank Sampah Kapuk Muara Belum Terwujud, Warga Klaim Pernah Diusulkan, Kelurahan Sebut Belum Masuk Musrenbang

Admin
×

Bank Sampah Kapuk Muara Belum Terwujud, Warga Klaim Pernah Diusulkan, Kelurahan Sebut Belum Masuk Musrenbang

Sebarkan artikel ini
Bank Sampah Kapuk Muara Belum Terwujud, Warga Klaim Pernah Diusulkan, Kelurahan Sebut Belum Masuk Musrenbang
Bank Sampah Kapuk Muara Belum Terwujud, Warga Klaim Pernah Diusulkan, Kelurahan Sebut Belum Masuk Musrenbang

MITRAPOL.com, Jakarta — Harapan warga di RT 14, RT 15, RT 16, dan RT 17 RW 04, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, untuk memiliki fasilitas bank sampah hingga kini belum terwujud.

Sejumlah warga menyebut, rencana pembentukan bank sampah sempat dibahas dan diusulkan, namun tidak ada tindak lanjut nyata di lapangan. Padahal, keberadaan bank sampah dinilai penting sebagai solusi atas persoalan penumpukan sampah yang kerap terjadi di kawasan Empang Bahagia.

“Kalau tidak ada bank sampah, ujung-ujungnya sampah menumpuk terus. Setahu kami ini pernah dibahas, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujar salah satu warga RT 16, saat ditemui.

Warga menilai, bank sampah tidak hanya membantu mengurangi tumpukan sampah rumah tangga, tetapi juga dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri.

Namun, keterangan berbeda disampaikan pihak Kelurahan Kapuk Muara. Sekretaris Kelurahan Kapuk Muara, Adit, mengatakan pengajuan bank sampah belum pernah masuk dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan.

“Kalau di Musrenbang kelurahan, pengajuan bank sampah itu belum pernah ada,” ujar Adit saat dikonfirmasi.

Terkait minimnya komunikasi antara warga dan pihak kelurahan, Adit menyebut bahwa Lurah Kapuk Muara belum banyak dikenal oleh sebagian warga. Ia menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada lurah.

“Silakan Abang tanya langsung ke lurah,” ucapnya.

Meski demikian, Adit menyampaikan perangkat kelurahan tetap menjalankan kegiatan kewilayahan. Ia mencontohkan kerja bakti yang disebutnya telah dilakukan sekitar dua minggu lalu di wilayah RW 04.

“Perangkat jelas, kemarin baru sekitar dua minggu lalu kita adakan kerja bakti di wilayah tersebut,” katanya.

Adit menambahkan, aspirasi warga terkait bank sampah dan persoalan air bersih akan menjadi catatan pihak kelurahan untuk ditindaklanjuti ke depan.

“Itu akan menjadi catatan, termasuk soal bank sampah dan air bersih,” ujarnya.

Perbedaan keterangan antara warga dan pihak kelurahan tersebut memunculkan pertanyaan terkait alur penyerapan aspirasi warga, khususnya pada program lingkungan, mulai dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan.

Warga berharap, rencana pembentukan bank sampah dan pemenuhan kebutuhan air bersih tidak berhenti pada wacana, melainkan segera ditindaklanjuti secara nyata demi perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kapuk Muara.