MITRAPOL.com, Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia memulai langkah strategis untuk memperkuat swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program tersebut diluncurkan serentak di enam daerah prioritas, termasuk Kalimantan Timur, untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mengurangi ketergantungan impor Parent Stock (PS).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyebut program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun ekosistem produksi protein hewani yang lebih kokoh.
“Pemerintah memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir di enam daerah. Langkah ini krusial untuk menjaga pasokan pangan asal ternak tetap aman dan stabil bagi masyarakat, sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis,” kata Agung dalam keterangannya.
PTPN IV PalmCo Fokus Menyediakan Aset Lahan
Menindaklanjuti program nasional tersebut, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mengambil peran dalam pelaksanaan groundbreaking proyek hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.
Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menegaskan PTPN IV tidak terlibat dalam pembiayaan investasi proyek, melainkan berperan sebagai penyedia aset lahan yang siap dimanfaatkan.
“Posisi PTPN IV di sini adalah menyediakan aset lahan perkebunan kami yang strategis untuk dikonversi menjadi kawasan peternakan modern terintegrasi,” ujar Ugun di lokasi acara.
Ia menambahkan, pendanaan proyek berada dalam ekosistem investasi strategis yang dikoordinasikan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dengan skema melibatkan BUMN pangan.
Kolaborasi ini menggunakan model kemitraan: PTPN IV menyediakan lahan, sementara operasional teknis dan keahlian on-farm akan dijalankan mitra, termasuk ID FOOD (PT Berdikari), serta melibatkan koperasi, peternak, dan UMKM lokal.
Fasilitas Parent Stock: 140 Ribu Ekor, Target DOC 10 Juta per Tahun
Di lokasi groundbreaking Paser, proyek difokuskan pada pembangunan fasilitas Parent Stock berupa 14 kandang modern berteknologi closed house dengan kapasitas populasi hingga 140.000 ekor indukan.
“Dari 140.000 ekor Parent Stock ini, target kami adalah memproduksi Day Old Chick (DOC) hingga 10 juta ekor per tahun,” jelas Ugun. Senin (9/2).
Menurutnya, keberadaan fasilitas ini diharapkan memutus ketergantungan pasokan bibit ayam dari Pulau Jawa. Dengan demikian, harga daging ayam di Kalimantan dapat lebih kompetitif dan turut membantu pengendalian inflasi daerah.
Pemkab Paser Apresiasi Penetapan Lokasi
Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Katsul Wijaya, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi atas penetapan Paser sebagai salah satu titik sentra produksi nasional.
Ia menilai kesiapan lahan yang dimiliki PTPN IV menjadi salah satu faktor penting yang memperkuat kepercayaan pemerintah pusat.
“Penetapan lokasi ini sudah melalui pertimbangan matang pemerintah pusat, melihat kesiapan lahan melalui PTPN IV dan sinergi dengan program dinas perkebunan dan peternakan Paser yang sudah berjalan. Kami menyambut baik karena ini akan memperkuat ketersediaan telur dan daging untuk penanganan stunting,” kata Katsul.
Proyek Diarahkan Dorong Ekonomi Kerakyatan
Selain mengejar target produksi, proyek ini juga diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi luas (multiplier effect). Ekosistem produksi akan melibatkan koperasi, UMKM, serta peternak rakyat sebagai mitra dalam rantai pasok pakan dan distribusi.
“Dengan skala produksi 10 juta ekor per tahun, ini akan menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan ekonomi UMKM di sekitar Paser. Harapan pemerintah pusat agar sentra produksi ayam dan telur merata di luar Jawa, hari ini mulai kita wujudkan dari Paser,” ujar Ugun.
Acara groundbreaking ini turut disaksikan sejumlah pejabat pusat dan daerah, antara lain Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) I Ketut Wirata, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA Arief Murdiyanto, Bupati Paser Fahmi Fadli, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sabaruddin Panrecalle, serta Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan.












