MITRAPOL.com, Cirebon — Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat, Tundra Meliala, mengatakan AMKI lahir sebagai respons atas perubahan besar dalam dunia pers dan media yang dipicu perkembangan teknologi digital dan tuntutan konvergensi platform.
“AMKI didirikan untuk menjawab tantangan zaman, ketika media tidak lagi berdiri sendiri-sendiri, tetapi terintegrasi dalam satu ekosistem konvergensi,” kata Tundra Meliala saat ditemui awak media, usai menghadiri kegiatan Pelantikan Pengurus AMKI Cirebon Raya. Senin (9/2/2026).
Tundra menjelaskan, Pelantikan Pengurus AMKI Cirebon Raya, menjadi momentum penting untuk melanjutkan visi AMKI dalam membangun ekosistem media konvergensi yang profesional dan berintegritas.
Pembentukan kepengurusan AMKI Cirebon Raya disebut sebagai bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran media lokal dalam pembangunan daerah serta menjaga iklim demokrasi.
“Media daerah memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. AMKI hadir untuk memastikan media daerah tetap kuat, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.
Ia menuturkan, sejak awal berdiri AMKI mengusung semangat profesionalisme, independensi, serta penguatan kapasitas media anggota agar mampu bersaing secara sehat. Di sisi lain, AMKI juga menekankan pentingnya menjaga standar jurnalistik dengan tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
AMKI dibentuk sebagai wadah perusahaan media yang mengelola lebih dari satu platform, mulai dari media cetak, daring, radio, televisi, hingga media sosial, jelasnya.
Tundra yang juga alumni PPRA 51 Lemhannas RI menambahkan, AMKI terus memperluas jangkauan secara nasional melalui pembentukan kepengurusan di berbagai daerah, termasuk di wilayah Jawa Barat.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pengurus AMKI Jawa Barat, insan pers, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur.












