MITRAPOL.com, Merauke — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungannya terhadap program swasembada pangan nasional melalui pengembangan dan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Rawa Semangga di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Peningkatan jaringan irigasi tersebut dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke sebagai bagian dari pelaksanaan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penguatan sistem irigasi DI Semangga menjadi prioritas untuk memastikan distribusi air merata ke seluruh lahan pertanian, sehingga produktivitas petani dapat meningkat secara berkelanjutan.
“Saya datang langsung untuk berdialog dengan petani Merauke, mendengar keluhan mereka, dan memberikan respons cepat. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, swasembada pangan adalah program utama nasional. Tugas Kementerian PU adalah memastikan ketersediaan air dan infrastruktur jalan benar-benar mendukung pertanian,” ujar Menteri Dody saat berdialog dengan petani, Senin (9/2/2026).
DI Rawa Semangga merupakan salah satu kawasan strategis pertanian di Merauke yang dikembangkan dengan sistem irigasi rawa pasang surut. Berdasarkan data teknis, kawasan ini memiliki luas fungsional sekitar 5.100 hektare dan menjadi andalan produksi padi di Papua Selatan.
Berbagai infrastruktur pendukung telah dibangun di kawasan tersebut, di antaranya 13 unit pintu air primer, 13 unit pintu air sekunder, saluran primer sepanjang 76,9 kilometer, serta saluran sekunder sepanjang 227,17 kilometer.
Saat ini, jaringan irigasi Semangga baru menjangkau sekitar 65 persen dari total area layanan. Untuk mengoptimalkan sisa 35 persen, Menteri Dody menginstruksikan BWS Papua Merauke segera menyiapkan desain teknis penyempurnaan jaringan, termasuk pembenahan pintu air agar pengaturan tata kelola air lebih presisi, terutama pada musim tanam dan panen.
“Kita targetkan Semangga bisa tanam tiga kali setahun. Jangan sampai saat panen justru air tinggi dan merugikan petani. Prinsipnya, tidak boleh ada tambahan biaya bagi petani. Biaya harus ditekan serendah mungkin, sementara keuntungan petani harus meningkat,” tegas Menteri Dody.
Selain penguatan irigasi, Kementerian PU juga memberikan perhatian pada peningkatan jalan usaha tani dan jembatan sebagai sarana distribusi hasil panen. Kondisi jalan yang sempit dan kurang memadai selama ini menyebabkan petani menanggung tambahan biaya angkut hingga Rp15.000–Rp20.000 per karung saat musim panen.
Melalui Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Jalan Daerah, Kementerian PU akan melakukan pendataan dan penanganan infrastruktur jalan serta jembatan secara bertahap pada periode 2026–2027, agar akses distribusi hasil pertanian di kawasan Semangga semakin lancar.
“Kita perbaiki jalannya agar lebarnya sesuai standar hingga ke dalam kawasan. Jika diperlukan tambahan jembatan, desainnya akan kita siapkan dan diselesaikan secara bertahap. Harapannya, akses petani semakin baik dan biaya logistik bisa ditekan,” ujar Menteri Dody.
Dengan pengembangan sistem irigasi rawa dan peningkatan infrastruktur pendukung tersebut, DI Rawa Semangga diharapkan mampu menjadi salah satu lumbung pangan utama Papua Selatan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung petani melalui penyediaan air yang andal dan infrastruktur konektivitas yang berkualitas demi kesejahteraan masyarakat.












