Info Polri

Polda Jabar Tanam Jagung 2.000 Hektare, Gagas Inovasi “Culik Tanam” Dukung Ketahanan Pangan

Admin
×

Polda Jabar Tanam Jagung 2.000 Hektare, Gagas Inovasi “Culik Tanam” Dukung Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Polda Jabar Tanam Jagung 2.000 Hektare
Program Ketahanan Pangan Nasional Penanama Jagung seluas 2.000 hektare

MITRAPOL.com, Karawang – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat capaian penanaman jagung seluas 2.000 hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional. Program tersebut dijalankan melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan (Ketapang) Polri dan diperbarui per 11 Februari 2026.

Selain mengejar peningkatan produksi, Polda Jabar juga mengklaim upaya ini menempatkan institusinya sebagai percontohan ekosistem pertanian bagi kepolisian daerah lain.

Berdasarkan pemutakhiran data aplikasi Gugus Tugas Ketapang Polri, penanaman jagung seluas 2.000 hektare dilakukan melalui strategi “1 Polsek 1 Hektare” dan “1 Polres 2 Hektare” yang diterapkan di seluruh jajaran kewilayahan.

Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad, didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif seluruh jajaran menjadi faktor utama keberhasilan program.

“Kunci keberhasilan program ini terletak pada keterlibatan aktif seluruh satuan jajaran Polri,” ujar Kombes Pol Fadly Samad kepada awak media.

Ia menjelaskan, personel di tingkat Polsek hingga Polres terlibat mulai dari proses penanaman, pendampingan petani, hingga pengawasan distribusi hasil panen.

Polda Jabar juga mencatat potensi lahan tidur yang dapat dimanfaatkan di wilayah hukumnya mencapai 21.015 hektare. Angka ini disebut membuka peluang peningkatan produksi secara berkelanjutan.

Tak hanya berfokus pada jagung, Polda Jabar turut melakukan diversifikasi pangan dengan mengembangkan tanaman uwi ungu seluas 1,5 hektare, terdiri dari 3.600 bibit, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Dari sisi hilirisasi, Polda Jabar memastikan hasil panen petani terserap untuk menjaga stabilitas harga. Hingga pertengahan Februari 2026, Bulog telah menyerap 200 ton jagung dari target keseluruhan 7.000 ton.

Polda Jabar juga menyebut keberhasilan program ini mendapat pengakuan secara nasional, termasuk meraih peringkat pertama dalam publikasi dan viralisasi Program Ketahanan Pangan Polri di media online maupun media sosial.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha tani, Polda Jabar menerapkan empat skema permodalan, yakni program “Polri Keroyok Bareng”, pendanaan CSR perusahaan dengan bunga 0 persen, pemberdayaan koperasi (Primkoppol), serta pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui skema Primkoppol, Polda Jabar telah menyalurkan bantuan modal kepada 56 kelompok tani binaan, dengan nilai pinjaman Rp10 juta per kelompok.

Selain aspek manajerial dan finansial, inovasi teknis budidaya juga dilakukan. Polda Jabar menggagas metode “Culik Tanam”, yakni perlakuan pruning pada usia tanaman 30 hari untuk mempercepat siklus tanam dan mengoptimalkan produktivitas lahan.

Sebagai dukungan tambahan, Polda Jabar juga menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp20 juta untuk pengembangan Kampung Jagung serta pembangunan Tugu Jagung di Nagreg, Kabupaten Bandung, yang diproyeksikan menjadi simbol sentra pertanian jagung unggulan di Jawa Barat.