MITRAPOL.com, Jakarta – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Media Sudut Pandang membagikan bingkisan kepada pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Komunitas Kodok Ijo. Kegiatan tersebut berlangsung di basecamp komunitas di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (14/2/2026) malam.
Bingkisan diserahkan langsung oleh Pemimpin Redaksi Media Sudut Pandang, Umi Sjarifah. Ia menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan silaturahmi kepada para pengemudi ojol yang sehari-hari bekerja di jalan.
“Jangan lihat isinya. Kami ingin berbagi dan bersilaturahmi menjelang bulan suci Ramadan. Semoga bingkisan sederhana ini dapat membantu kebutuhan sehari-hari,” ujar Umi dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).
Umi juga berharap Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Marhaban ya Ramadan. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalani bulan suci Ramadan dan menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat kebersamaan, dan menebarkan kepedulian kepada sesama,” katanya.
Selain sebagai Pemimpin Redaksi, Umi Sjarifah juga menjabat Bendahara Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat.
Sementara itu, perwakilan Komunitas Ojol Kodok Ijo, Feri, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, yang utama dari kegiatan tersebut adalah bentuk kepedulian, bukan nilai bingkisan.
“Terima kasih kepada Media Sudut Pandang dan Ibu Umi atas kepeduliannya. Kami mendoakan agar Media Sudut Pandang semakin berkembang dan seluruh jajarannya senantiasa diberikan kesehatan,” ujar Feri.
Menjelang Ramadan, Feri juga menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak serta berharap para pengemudi ojek online yang menjadi tulang punggung keluarga senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan.
Ia menambahkan, kegiatan yang digelar Sabtu malam tersebut juga diisi dengan pengajian sebagai agenda tahunan komunitas menjelang Ramadan.
“Kami bertawasul dengan mengirimkan Al-Fatihah, mendoakan para alim ulama, serta orang tua anggota komunitas yang telah berpulang,” pungkasnya.












