Info TNI

Kasad Serahkan Rumah dan Santunan kepada Ahli Waris 23 Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua

Admin
×

Kasad Serahkan Rumah dan Santunan kepada Ahli Waris 23 Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua

Sebarkan artikel ini
Kasad Serahkan Rumah dan Santunan
Penyerahan bantuan rumah dan santunan dilaksanakan di Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar), Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

MITRAPOL.com, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyerahkan bantuan berupa rumah dan santunan kepada 23 ahli waris prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang gugur akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Penyerahan dilaksanakan di Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar), Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Sebanyak 12 ahli waris dari prajurit yang telah berkeluarga menerima bantuan rumah sesuai domisili masing-masing, sementara 11 ahli waris prajurit yang belum berkeluarga menerima santunan tunai. Bantuan ini menjadi simbol empati dan solidaritas keluarga besar TNI kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Kasad Maruli menyatakan rasa duka yang mendalam atas gugurnya 23 prajurit dan menyebut pengorbanan mereka sebagai dedikasi tinggi bagi bangsa. Meski bantuan tak dapat menggantikan kehilangan, kehadiran negara diharapkan mempererat ikatan dengan keluarga prajurit yang gugur.

Acara penyerahan bantuan juga dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak.

Kasad menegaskan bahwa anak-anak prajurit yang gugur akan terus mendapatkan pendampingan melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa dan peluang mengikuti seleksi untuk menjadi anggota TNI di masa mendatang.

Bencana tanah longsor yang terjadi pada 24 Januari 2026 lalu menimbulkan duka mendalam karena 23 prajurit Marinir tertimbun material longsor saat latihan di Cisarua. Sebagian sudah diidentifikasi dan dimakamkan, sementara jenazah lainnya masih menunggu proses identifikasi DNA.