MITRAPOL.com, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) DKI Jakarta atau AMKI Jaya dan Bank Syariah Nasional (BSN) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan talkshow dan santunan anak yatim di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Lebih Berkah Pembiayaan bagi Pelaku UMKM Produk Halal” dan menghadirkan Sekretaris Utama BPJPH Dr. Muhammad Aqil Irham, M.Si., Commercial & SME Financing Division Head BSN Ferry Despriza, serta dimoderatori Dr. Agung Sudjatmoko.
Penguatan Ekosistem Halal Nasional
Dalam paparannya, Muhammad Aqil Irham menegaskan bahwa penguatan UMKM produk halal tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor.
“Jumlah UMKM kita sangat besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak untuk membantu pelaku usaha memperoleh sertifikat halal. Tren pasar menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap produk halal semakin meningkat,” ujarnya.
Menurut Aqil, sertifikasi halal tidak hanya menjadi instrumen perlindungan konsumen, tetapi juga nilai tambah yang meningkatkan daya saing produk UMKM, baik di pasar domestik maupun global.
Ia juga menyampaikan bahwa BPJPH terus memperluas fasilitasi sertifikasi halal melalui program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI). Pada 2026, kuota fasilitasi meningkat menjadi 1,35 juta sertifikat, dibandingkan 1,1 juta sertifikat pada 2025.
Namun demikian, jumlah tersebut dinilai masih belum sebanding dengan total UMKM yang ada, sehingga kolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci percepatan ekosistem halal nasional.
Pembiayaan Syariah sebagai Instrumen Strategis
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga, Sudaryano R. Lamangkona, menekankan pentingnya pembiayaan syariah sebagai instrumen penguatan UMKM halal.
“Kita harus bersama-sama membangun UMKM untuk mendorong peningkatan perekonomian nasional,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BSN Ferry Despriza menjelaskan bahwa skema pembiayaan berbasis syariah memberikan alternatif permodalan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi pelaku UMKM. Selain akses modal, perbankan syariah juga dapat mengintegrasikan pembiayaan dengan pendampingan usaha guna meningkatkan kapasitas manajerial dan keberlanjutan bisnis.
Dukungan terhadap pembiayaan sertifikasi halal, pengembangan produk, hingga ekspansi pasar dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing UMKM halal.
Peran Media dalam Edukasi Publik
Ketua AMKI Jaya, Heryanto, menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Ramadhan, tetapi juga ruang dialog produktif untuk memperkuat literasi pembiayaan syariah dan sertifikasi halal.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen AMKI untuk terus hadir di tengah masyarakat sekaligus menjalankan peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan publik,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara media, pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dapat terus diperluas agar penguatan UMKM halal berjalan secara berkelanjutan.
Acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim dan buka puasa bersama. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa penguatan ekonomi dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dalam semangat kebersamaan.












