MITRAPOL.com, Semarang – Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kesiapan infrastruktur di Jawa Tengah guna mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran 2026. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas jalan nasional serta pengendalian banjir agar konektivitas transportasi tetap terjaga selama periode puncak pergerakan masyarakat.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan perhatian khusus diberikan pada ruas jalan nasional yang menjadi tumpuan mobilitas masyarakat, terutama pengendara roda dua.
“Kita memahami bahwa saat arus mudik dan arus balik, sekitar 70 persen masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat memilih menggunakan jalan tol. Sementara itu, jalan nasional lebih banyak dipadati kendaraan roda dua. Karena itu, saya meminta jajaran balai di Jawa Tengah untuk memastikan jalan nasional lebih ramah dan aman bagi pengendara,” ujar Dody saat meninjau ruas Kaligawe, Minggu (1/3/2026).
Untuk memastikan kemantapan jalan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta mempercepat pekerjaan preservasi, perbaikan lubang, overlay, serta perkuatan struktur perkerasan di sejumlah ruas strategis.
Pada koridor Pantai Utara (Pantura) seperti Kaligawe dan Trengguli, pekerjaan peninggian badan jalan, penggantian lapis pondasi, hingga perkerasan beton mutu tinggi terus dikebut. Seluruh segmen ditargetkan fungsional paling lambat H-10 Lebaran 2026.
Selain perbaikan struktur, dilakukan pula pembersihan dan perbaikan sistem drainase jalan, penguatan bahu jalan, pemasangan marka dan rambu, serta pengaturan lalu lintas secara terkoordinasi bersama kepolisian guna menjaga kapasitas jalan tetap optimal selama pekerjaan berlangsung.
Menteri Dody juga menyoroti pentingnya penguatan tanggul di kawasan yang berdekatan dengan jalur rel kereta api, mengingat moda transportasi tersebut menjadi salah satu pilihan utama masyarakat saat mudik.
“Kereta api merupakan salah satu moda transportasi utama masyarakat menuju Jawa dan Jakarta. Penanganan tanggul harus diperkuat agar rel tidak terendam saat hujan deras, seperti yang pernah terjadi di Pekalongan dan Grobogan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan penguatan tanggul, normalisasi sungai dan saluran, peningkatan kapasitas drainase, serta optimalisasi sistem pompa dan sudetan di kawasan yang beririsan dengan jalur rel maupun jalan nasional.
Langkah tersebut bertujuan memastikan debit air dapat segera teralirkan saat curah hujan tinggi sehingga tidak mengganggu operasional kereta api maupun lalu lintas jalan.
Dengan peningkatan kualitas jalan nasional dan penguatan sistem pengendalian banjir tersebut, Kementerian PU menargetkan arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah berlangsung lebih aman, lancar, dan terkendali.












