MITRAPOL.com, Tuban – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau kesiapan jaringan jalan nasional di Provinsi Jawa Timur guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran 2026. Pemerintah menargetkan seluruh perbaikan rampung paling lambat H-10 sebelum Hari Raya.
“Seluruh perbaikan jalan nasional harus sudah selesai maksimal H-10 Lebaran. Kita harus memastikan jalan nasional di Jawa Timur dalam kondisi aman dan nyaman dilalui masyarakat, terutama pengendara roda dua,” ujar Dody dalam keterangannya. Minggu (1/3).
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, total panjang jalan nasional di Jawa Timur mencapai 2.261,68 kilometer yang tersebar dalam 358 ruas dan didukung 973 jembatan dengan total panjang 34.807,36 meter. Secara umum, tingkat kemantapan jalan berada di atas 80 persen dengan mayoritas ruas dalam kondisi baik dan sedang.
Hingga akhir Februari 2026, sebanyak 13.306 titik lubang telah tertangani dari total 14.132 titik yang teridentifikasi. Sisanya, 826 titik, masih dalam proses penyelesaian. Percepatan juga dilakukan pada pekerjaan marka jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode mudik.
Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali (BBPJN Jatim–Bali), pemerintah mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, di antaranya ruas batas Kota Bangkalan–Kabupaten Sampang serta kawasan Alas Baluran di Banyuwangi. Pada titik-titik tersebut dilakukan penambahan rambu peringatan, penguatan pengawasan, serta koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait.
Selain itu, sejumlah ruas rawan bencana banjir dan longsor juga menjadi perhatian, seperti Ngoro–Mojosari, Ploso–Pacitan–Hadiwarno, Bangil–Pasuruan, serta perbatasan Kabupaten Malang–Kota Lumajang, termasuk segmen Turen Km 54+500 hingga Km 60+150. Personel dan peralatan telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
BBPJN Jatim–Bali turut menyiapkan posko jalur Lebaran di berbagai satuan kerja wilayah Jawa Timur sebagai pusat pemantauan dan koordinasi terpadu. Dengan kesiapan infrastruktur, personel, serta peralatan tersebut, Kementerian PU memastikan konektivitas dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran tetap terjaga.












