MITRAPOL.com, Metro, Lampung – Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 100 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, Kota Metro, Senin (2/3/2026).
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas kelembagaan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menjelaskan bahwa pelantikan kali ini juga berkaitan dengan pengukuhan sejumlah perangkat daerah yang mengalami perubahan nomenklatur.
“Hari ini kita berfokus pada pengukuhan atas perubahan nomenklatur dinas-dinas tertentu. ASN harus benar-benar memperbaiki kinerja, terutama di Kota Metro yang harus menunjukkan kinerja terbaik demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Bambang.
Ia menegaskan bahwa sorotan masyarakat terhadap aparatur sipil negara (ASN) sangat besar, khususnya terkait kualitas pelayanan publik. Menurutnya, jika ASN mampu memberikan pelayanan terbaik, maka citra positif pemerintah juga akan terbentuk di tengah masyarakat.
“Bagaimanapun sorotan masyarakat, jika pegawai memberikan pelayanan yang terbaik maka akan disorot dengan hal-hal yang baik pula,” tambahnya.
Bambang berharap seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Metro mampu menjalankan tugas dengan profesional, responsif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, pelantikan dan mutasi pejabat merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.
“Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik yang berorientasi pada pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik dan berharap amanah jabatan yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen tinggi.
Selain itu, Bambang mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Metro saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan daerah, hingga tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan manajerial serta pengawasan kinerja agar setiap program pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan beberapa perubahan nomenklatur perangkat daerah, di antaranya Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) yang kini berubah menjadi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika berubah menjadi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Metro. Kemudian Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menjadi Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Perubahan juga terjadi pada Dinas Perdagangan yang kini menjadi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro.












