MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum mendorong masyarakat memanfaatkan Jalur Pantai Selatan (Pansela) Pulau Jawa sebagai alternatif perjalanan mudik Lebaran 2026. Jalur ini dinilai dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama seperti Pantai Utara (Pantura) dan Jalan Tol Trans Jawa.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pemerintah terus memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik.
“Jalur Pantai Selatan dapat menjadi alternatif perjalanan mudik bagi masyarakat. Selain mengurangi kepadatan di jalur utama, jalur ini juga menawarkan potensi wisata yang menarik,” ujarnya.
Jalur Pansela membentang lebih dari 1.500 kilometer dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur, melintasi lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Selain menjadi jalur alternatif, Pansela juga menawarkan panorama khas pesisir selatan Pulau Jawa yang dapat dinikmati para pemudik sepanjang perjalanan.
Beberapa destinasi yang dapat ditemui di sepanjang jalur ini antara lain: Pantai Rancabuaya, Pantai Pangandaran, Pantai Parangtritis dan Pantai Sendang Biru.
Untuk mendukung kelancaran jalur Pansela, Kementerian PU telah melakukan berbagai peningkatan infrastruktur, termasuk rehabilitasi Jembatan Cidahon di ruas Cilaki–Rancabuaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Pekerjaan rehabilitasi jembatan sepanjang 50,7 meter tersebut telah selesai 100 persen dan diharapkan mampu meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan.
Selama periode mudik Lebaran 2026, pemerintah juga menyiapkan posko siaga di berbagai titik jalur nasional, termasuk sepanjang Pansela.
Secara nasional, sebanyak 496 posko mudik telah disiapkan, didukung 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) berupa peralatan dan material untuk penanganan darurat, seperti longsor atau gangguan jalan lainnya.
Dengan kesiapan infrastruktur serta dukungan fasilitas pendukung, Jalur Pansela diharapkan menjadi solusi alternatif bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan sekaligus menikmati perjalanan dengan nuansa wisata alam.












