MITRAPOL.com, Pandeglang – Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H dimanfaatkan masyarakat dari berbagai daerah untuk berwisata ke Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, isu kebersihan pantai kembali menjadi perhatian.
Penanggung jawab penginapan Shanghyang Carita, Elen Onsu, mengajak masyarakat dan wisatawan untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Sampah pantai, terutama limbah plastik, merupakan krisis lingkungan serius. Sumbernya bisa dari daratan maupun aktivitas laut, dan dampaknya sangat besar terhadap ekosistem, termasuk membunuh biota laut serta mencemari rantai makanan manusia melalui mikroplastik,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (24/3/2026).
Menurut Elen, persoalan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Sampah merusak keindahan pantai, mengurangi minat wisatawan, hingga berdampak pada pendapatan pelaku usaha dan nelayan,” jelasnya.
Ia menekankan perlunya langkah konkret seperti kerja bakti rutin, peningkatan kesadaran masyarakat, serta sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Elen juga mencontohkan pengelolaan kebersihan di destinasi wisata seperti Bali yang dinilai berhasil menjaga lingkungan tetap bersih dan tertata.
Selain persoalan sampah, Elen turut menyoroti keberadaan fasilitas kamar mandi umum yang berada di area bibir pantai tanpa pengawasan memadai.
Ia menilai keberadaan fasilitas tersebut berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
“Kami sudah menyampaikan hal ini kepada dinas terkait sejak 2019, namun hingga kini masih ditemukan praktik yang dinilai kurang memperhatikan dampak lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LSM GEMPITA DPD Pandeglang, M. Yaya, turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai.
Menurutnya, fenomena sampah kiriman kerap terjadi setelah cuaca buruk atau gelombang tinggi, sehingga diperlukan respons cepat untuk mencegah pencemaran lebih luas.
“Kita harus sigap membersihkan sampah yang menumpuk di pesisir agar tidak mencemari laut lebih jauh,” ujarnya.
Upaya menjaga kebersihan lingkungan juga sejalan dengan komitmen pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 menegaskan pentingnya penanganan sampah secara serius dan terintegrasi.
Pemerintah juga berencana meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai upaya nasional menciptakan lingkungan bersih dan tertata.
Presiden menilai persoalan sampah telah menjadi isu krusial, dengan banyak tempat pembuangan akhir (TPA) diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028.
M. Yaya berharap seluruh pihak, baik masyarakat, pengelola wisata, maupun pemerintah daerah, dapat bekerja sama dalam pengelolaan sampah agar tidak menjadi persoalan yang semakin besar di masa mendatang.
“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan pantai. Mulai dari hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.












