MITRAPOL.com, Sabang – Sejumlah pelaku usaha di Kota Sabang mengeluhkan sulitnya memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Syariah Indonesia (BSI). Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi dan mekanisme penyaluran kredit bagi pelaku UMKM.
Berdasarkan penelusuran lapangan yang dilakukan MITRAPOL, beberapa warga mengaku mengalami hambatan dalam proses pengajuan KUR. Kendala yang disampaikan bervariasi, mulai dari persyaratan yang dinilai tidak jelas hingga proses yang dianggap tidak transparan.
“Saya sudah mencoba mengajukan, tapi selalu ada kendala. Tidak dijelaskan secara rinci apa yang kurang,” ujar seorang pelaku usaha di Sabang yang meminta identitasnya dirahasiakan. Kamis (26/30/2026).
Keluhan serupa juga muncul dari warga lain yang menilai informasi terkait prosedur dan persyaratan KUR belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah melalui berbagai kebijakan terus mendorong penyaluran KUR sebagai instrumen penguatan sektor UMKM. Program ini dirancang untuk memperluas akses pembiayaan dengan bunga rendah bagi pelaku usaha kecil.
Untuk mengonfirmasi hal tersebut, tim MITRAPOL mendatangi kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Sabang di Jalan O. Surapati. Namun, keterangan resmi belum diperoleh.
Petugas di bagian operasional menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan memberikan penjelasan terkait program KUR. Ia juga mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada pejabat yang berwenang, yang saat itu sedang tidak berada di tempat.
Upaya untuk memperoleh kontak pihak terkait juga belum berhasil, sehingga klarifikasi lebih lanjut belum dapat dilakukan hingga berita ini ditayangkan.
Kondisi ini menimbulkan persepsi adanya keterbatasan akses informasi bagi masyarakat. Sejumlah warga berharap adanya penjelasan terbuka mengenai mekanisme penyaluran KUR agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya transparansi dalam program-program sosial perbankan, termasuk penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), agar dapat diketahui manfaat dan peruntukannya secara jelas.
Pengamat ekonomi lokal menilai, keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan, khususnya dalam program yang menyasar masyarakat luas seperti KUR.
“Transparansi dan kejelasan prosedur sangat penting agar tidak muncul persepsi negatif di masyarakat,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank Syariah Indonesia Cabang Sabang belum memberikan keterangan resmi. Redaksi MITRAPOL tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai kode etik jurnalistik.












