MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani banjir yang melanda Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akibat luapan Sungai Babakan setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan darurat difokuskan pada pemulihan akses dan konektivitas guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.
“Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi. Dalam kondisi bencana, yang utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan,” ujar Dody dalam keterangan resminya.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Kementerian PU telah melakukan sejumlah langkah cepat, antara lain normalisasi sungai, perkuatan tebing menggunakan bronjong dan metode bio-engineering, serta pemompaan air untuk mempercepat surutnya genangan.
Selain itu, pengerahan mobile flood pump dan pemantauan intensif di lapangan turut dilakukan guna mempercepat penanganan. Saat ini, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut.
Banjir terjadi akibat meningkatnya debit Sungai Babakan yang dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu, khususnya di sekitar Bendung Cisadap. Ketinggian muka air (TMA) tercatat mencapai 5,50 meter, jauh di atas kondisi normal 3,00 meter.
Kondisi tersebut diperparah oleh sedimentasi di sejumlah segmen sungai yang mengurangi kapasitas aliran, terutama di kawasan permukiman dan jaringan jalan.
Dampak banjir cukup signifikan, dengan sekitar 300 kepala keluarga terdampak dan lebih dari 200 hektare lahan persawahan terendam. Genangan juga terjadi di ruas Jalan Jenderal Sudirman sepanjang kurang lebih 2 kilometer, yang merupakan jalur utama mudik Lebaran, sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas.
Untuk penanganan lanjutan, Kementerian PU menyiapkan langkah jangka menengah berupa perkuatan tebing sungai serta pembangunan kolam retensi di sejumlah titik strategis melalui program Flood Management in North Java Project (FMNJP).
Sementara itu, dalam jangka panjang, pemerintah merencanakan peningkatan Bendung Cisadap menjadi bendung gerak dengan konsep long storage guna meningkatkan kapasitas pengendalian banjir dan mereduksi puncak debit.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keandalan infrastruktur sumber daya air serta meningkatkan mitigasi bencana, terutama dalam menghadapi periode mobilitas tinggi seperti arus mudik dan balik Lebaran.












