Nusantara

KUA Banjarsari Lebak Bagikan Bibit Rambutan dan Jambu Kristal, Dorong Gerakan Ekoteologi Berbasis Keagamaan

Admin
×

KUA Banjarsari Lebak Bagikan Bibit Rambutan dan Jambu Kristal, Dorong Gerakan Ekoteologi Berbasis Keagamaan

Sebarkan artikel ini
KUA Banjarsari Lebak Bagikan Bibit Rambutan dan Jambu Kristal
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarsari, Agus Salim, menyerahkan bibit rambutan Tangkue dan jambu kristal kepada rombongan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Rabu (8/4/2026).

MITRAPOL.com, Lebak, Banten – Program Ekoteologi yang diinisiasi Kementerian Agama terus diimplementasikan hingga tingkat daerah sebagai upaya mengintegrasikan nilai keagamaan dengan pelestarian lingkungan.

Ekoteologi merupakan pendekatan yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ajaran agama, di mana menjaga alam dipandang sebagai wujud keimanan, ibadah, serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarsari, Agus Salim, menyerahkan bibit rambutan Tangkue dan jambu kristal kepada rombongan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Rabu (8/4/2026).

Penyerahan bibit tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan penghijauan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Dalam keterangannya, Agus Salim menegaskan bahwa Ekoteologi tidak cukup hanya menjadi konsep, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Merawat alam adalah bagian dari ibadah. Melalui kegiatan sederhana seperti menanam pohon, kita telah menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanaman tanaman produktif seperti rambutan dan jambu kristal tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat ke depan.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui sinergi antara Kementerian Agama dan masyarakat, gerakan Ekoteologi diharapkan menjadi program berkelanjutan yang tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga mempererat hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *