MITRAPOL.com, Nabire – Persoalan kerusakan baliho di kawasan Ta-man Gizi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, diselesaikan melalui medi-asi yang berlangsung di Polres Nabire, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIT.
Kasat Binmas Polres Nabire, IPTU Ambrosius Pieterzoon Manery, mengatakan persoalan tersebut bermula dari keberatan sebagian keluarga Nawipa terhadap baliho yang terpasang di kawasan Taman Gizi.
Menurut Ambrosius, keberatan tersebut berkaitan dengan pencantuman nama enam suku besar pada baliho. Pihak keluarga Nawipa, kata dia, menginginkan agar nama keluarga Yasol Nawipa turut dicantumkan.
“Karena ada sebagian keluarga Nawipa yang tidak menerima bahwa baliho yang terpampang di situ hanya enam suku besar. Mereka menginginkan kalau bisa ada nama keluarga Yasol Nawipa,” ujar Am-brosius.
Keberatan tersebut kemudian berkembang hingga terjadi perusakan terhadap baliho yang berada di kawasan Taman Gizi.
Setelah dilakukan mediasi di Polres Nabire, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.
Ambrosius mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan, baliho yang mengalami kerusakan akan diperbaiki dan diganti oleh keluarga Nawipa untuk kemudian dipasang kembali.
“Kami bersyukur karena pertemuan ini berjalan dengan baik. Disepakati bahwa baliho yang telah rusak nanti akan diperbaiki dan diganti oleh keluarga Nawipa, kemudian dipasang kembali,” katanya.
Ia berharap kesepakatan tersebut dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Nabire.
Dalam pertemuan itu, keluarga Nawipa juga menyampaikan komitmen untuk tidak melakukan tindakan lain yang berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Mereka mengatakan tidak akan melakukan hal-hal lain yang meng-ganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelas Ambrosius.
Di sisi lain, program Pemerintah Kabupaten Nabire terkait relokasi pedagang dari kawasan Pantai Nabire ke Taman Gizi disebut tetap berjalan.
Menurut Ambrosius, penyelesaian persoalan baliho melalui mediasi tidak mengubah program relokasi tersebut.
Keluarga Nawipa selanjutnya akan menunggu rencana pertemuan lanjutan yang sebelumnya disampaikan Bupati Nabire Mesak Magai.
“Bulan depan Pak Bupati akan mengumpulkan kembali keluarga Nawipa dan Suku Wate untuk membicarakan hal-hal yang terkait dengan lo-kasi Taman Gizi,” pungkasnya.
Pertemuan lanjutan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi untuk membahas berbagai hal terkait kawasan Taman Gizi sekaligus menjaga hubungan antarpihak agar tetap kondusif.












