MITRAPOL.com, Kalimantan – Karyawan PTPN IV PalmCo menyalurkan bantuan 11,2 juta liter air bersih dan 1 juta masker bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan yang terdampak kekeringan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan air bersih tersebut terdiri atas 4 juta liter untuk wilayah Kalimantan Barat dan 7,2 juta liter untuk Kalimantan Tengah, sementara itu, 1 juta masker didistribusikan, khususnya ke sejumlah sekolah di Kalimantan Tengah, untuk membantu melindungi pelajar dari paparan asap.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat di tengah kemarau dan dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
Lurah Sungai Bangkong, Kalimantan Barat, Tri Marianingsih, mengapresiasi bantuan air bersih yang diterima masyarakat di wilayahnya.
“Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi warga kami yang sempat mengalami kendala pasokan air selama puncak musim kemarau dan karhutla, kami mengapresiasi inisiatif karyawan perusahaan yang telah merespons kebutuhan dasar masyarakat di lapangan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Tri.
Salah seorang warga Kelurahan Sungai Bangkong, Bima Teja, mengatakan bantuan air bersih dan masker dibutuhkan masyarakat, terutama ketika asap mengganggu aktivitas warga.
“Sudah beberapa waktu terakhir kami kesulitan mendapatkan air bersih, ditambah lagi asap yang tebal cukup mengganggu anak-anak saat harus beraktivitas, bantuan air dan masker ini datang di saat yang tepat dan amat membantu keluarga kami,” katanya.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan keterlibatan karyawan dalam penyaluran bantuan merupakan bagian dari kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak karhutla.
“Keterlibatan kami dalam penyaluran bantuan ini bukan hanya sebatas pemenuhan tanggung jawab sosial, tetapi merupakan bentuk dukungan konkret terhadap langkah pemerintah dalam penanganan dampak karhutla di Kalimantan, harapan kami, apa yang disalurkan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Jatmiko.
Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PTPN IV PalmCo, Rizalmi Fitrah Z.A., menjelaskan penggalangan bantuan dilakukan secara swadaya oleh karyawan dari berbagai unsur perusahaan.
Pengumpulan bantuan melibatkan karyawan tingkat regional, Kantor Pusat atau Head Office, serta organisasi internal seperti Forum Silaturahmi Muslim PalmCo (FOSIMP) dan Persatuan Karyawan Kristiani PalmCo (PKKP).
“Dana yang terkumpul merupakan hasil swadaya murni dari rekan-rekan karyawan, di mana sebagian proses pengumpulannya juga kami lakukan melalui kolaborasi dengan lembaga crowdfunding,” jelas Rizalmi.
PTPN IV PalmCo menyatakan bantuan serupa masih memungkinkan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.
Selain bantuan untuk masyarakat, PTPN IV PalmCo menyatakan telah meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah dan menangani potensi karhutla di wilayah operasionalnya.
Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, mengatakan perusahaan menyiagakan personel dan berbagai peralatan penanggulangan karhutla.
“Kami menyadari bahwa upaya penanggulangan harus berjalan beriringan dengan pencegahan di lapangan, oleh karena itu, di tingkat operasional, kami memastikan seluruh tim tanggap darurat dan sarana prasarana pendukung dalam kondisi siaga untuk memitigasi potensi meluasnya titik api,” kata Sudarma.
Untuk kesiapsiagaan karhutla di wilayah Riau dan Kalimantan, perusahaan menyebut telah menyiagakan 594 unit kelengkapan individu, 48 unit kelengkapan regu, dan 155 unit peralatan tangan.
Selain itu, tersedia 80 unit pompa air beserta kelengkapannya, 80 unit sarana komunikasi dan transportasi, serta 41 unit prasarana deteksi dini cuaca untuk mendukung pemantauan kondisi dan potensi titik panas (hotspot).
Penyaluran bantuan kepada masyarakat dan kesiapsiagaan peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya PTPN IV PalmCo menghadapi dampak serta potensi karhutla di wilayah yang terdampak.












