Scroll untuk baca artikel
Nasional

Tangani 400 Hektare Sawah di Pakisjaya Karawang, Kementerian PU Kerahkan 20 Pompa Air

Admin
×

Tangani 400 Hektare Sawah di Pakisjaya Karawang, Kementerian PU Kerahkan 20 Pompa Air

Sebarkan artikel ini
Tangani 400 Hektare Sawah di Pakisjaya Karawang
Mesin Pompa Air untuk menangani 400 Hektare Sawah di Pakisjaya Karawang

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan 20 unit pompa untuk menangani kekeringan di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, upaya ini dilakukan untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian yang terdampak kekeringan.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, pompa digunakan untuk mengalirkan air dari Sungai Citarum dan jaringan irigasi menuju area persawahan yang mengalami kekurangan air.

Kepala BBWS Citarum Mochammad Dian Al Ma’ruf mengatakan, potensi lahan terdampak kekeringan di Pakisjaya mencapai sekitar 1.150 hektare yang tersebar di Desa Solokan, Telukjaya, dan Tanahbaru.

“Total potensi lahan yang terdampak kekeringan di Pakisjaya tersebar di tiga desa, yaitu Desa Solokan, Desa Telukjaya, dan Desa Tanahbaru,” kata Dian. Selasa (6/10/2026).

Dari 1.150 hektare lahan tersebut, penanganan melalui pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi telah membantu mengairi sekitar 400 hektare, baik lahan yang sudah ditanami maupun yang sedang dipersiapkan untuk musim tanam.

“Dari total 1.150 hektare lahan terdampak di Pakisjaya, upaya penanganan telah berhasil mengairi dan menyelamatkan sekitar 400 hektare, baik untuk tanaman yang sudah tumbuh maupun lahan yang bersiap untuk ditanam,” jelas Dian.

Sebanyak 20 pompa yang dioperasikan memiliki kapasitas sekitar 40–80 liter per detik, peralatan tersebut berasal dari BBWS Citarum, BBWS Citanduy, BBWS Ciliwung Cisadane, serta Kementerian Pertanian.

Pemompaan dilakukan dengan mengambil air dari Sungai Citarum karena sejumlah wilayah Pakisjaya tidak memiliki sumber air alternatif dan berada di kawasan yang berbatasan dengan air asin.

Selain pompanisasi, BBWS Citarum melakukan normalisasi saluran irigasi pada sejumlah titik yang menghambat aliran air, penanganan pompa dan normalisasi tersebut dilakukan sejak 19 Agustus hingga 28 September 2026.

Penanganan kekeringan juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang melibatkan Kementerian PU, TNI AU, Perum Jasa Tirta (PJT) II, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

OMC di Jawa Barat dilaksanakan secara bertahap pada 18 September hingga 4 Oktober 2026 untuk mendukung ketersediaan air bagi sekitar 523 ribu hektare lahan sawah dengan cakupan sekitar 2.000 kilometer jaringan irigasi di Wilayah Sungai Citarum.

Menurut Dian, hingga 3 Oktober 2026, operasi tersebut telah menambah ketersediaan air di sejumlah tampungan sekitar 45,8 juta meter kubik.

Kementerian PU juga melakukan koordinasi antarpengelola waduk untuk menjaga keandalan pasokan air irigasi, air baku, dan kebutuhan listrik. Normalisasi saluran irigasi terus dilakukan pada titik-titik yang dinilai menghambat aliran air.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian menjadi salah satu perhatian pemerintah, khususnya di wilayah yang menghadapi kondisi kekeringan.

“Kementerian PU memastikan dukungan air dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama pada lahan-lahan pertanian,” ujar Dody.