MITRAPOL.com, Manokwari, Papua Barat – Polsek Prafi menggelar kegiatan coffee morning dan dialog pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) pada Jumat (9/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.
Kegiatan dipimpin Kapolsek Prafi, IPTU Christian Wahyu Pratama, S.Tr.K., M.H., dan dihadiri Danramil Warmare, Kepala Distrik Prafi, Kepala Distrik Aimasi, anggota DPRK Manokwari Siswanto dan Syamsul Hadi, para kepala kampung dari Distrik Prafi dan Aimasi, serta Kepala Suku Jawa dan para kepala suku dari kampung-kampung setempat.
Acara diawali dengan sambutan Kapolsek Prafi, kemudian dilanjutkan dialog Harkamtibmas yang membahas situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Prafi.
Dalam sambutannya, Christian menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan langkah berbagai pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Harkamtibmas tidak dapat dilaksanakan oleh Kepolisian seorang diri, diperlukan sinergi antara Polsek, Koramil, Pemerintah Distrik, Pemerintah Kampung, para Kepala Suku, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Christian.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik antarlembaga serta masyarakat dapat membantu mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini dan mencegahnya berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan instruksi Kapolresta Manokwari, Kombes Pol. Ongky Isgunawan, S.I.K., mengenai prinsip 3K, yakni komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Kapolsek Prafi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama informasi yang berpotensi memicu keresahan atau konflik.
“Saring sebelum sharing, apabila mendapatkan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan atau konflik, verifikasi terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang, peran Kepala Kampung, Kepala Suku, dan para tokoh masyarakat sangat penting untuk menjadi penyejuk sekaligus sumber informasi yang benar bagi masyarakat,” imbaunya.
Selain mengedepankan upaya pencegahan gangguan keamanan, Christian menegaskan bahwa Polsek Prafi akan terus memberikan edukasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat serta membuka ruang konsultasi bagi warga yang membutuhkan pendampingan terkait persoalan hukum.
“Jangan takut berkonsultasi dan jangan takut melapor kepada Kepolisian. Apabila ada persoalan hukum, merasa dirugikan, atau menjadi korban tindak pidana, silakan datang dan komunikasikan kepada kami, akan kami arahkan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, setiap persoalan, termasuk yang berkaitan dengan hukum formal maupun hukum adat, diharapkan dapat dikomunikasikan sedini mungkin kepada kepolisian dan pihak terkait.
Christian menyatakan bahwa mekanisme penyelesaian secara adat dihormati sepanjang pelaksanaannya tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam hal ini, kepala suku dan tokoh adat dinilai memiliki peran penting sebagai penghubung komunikasi serta penengah untuk mencegah konflik meluas.
“Kami sangat menghormati mekanisme penyelesaian secara adat sepanjang tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku, peran para Kepala Suku dan tokoh adat sangat penting sebagai jembatan komunikasi dan penyejuk masyarakat, sehingga setiap persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Christian menegaskan bahwa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” harus diwujudkan melalui pelayanan yang terbuka, responsif, dan mengedepankan perlindungan kepada warga.
Ia juga menyampaikan pesan yang dikaitkannya dengan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., mengenai pentingnya memberikan kemudahan dan perlindungan kepada masyarakat yang datang ke kepolisian.
“Polisi akan selalu hadir, mendengar, melayani, dan bersama-sama mencari solusi atas persoalan di masyarakat, namun, itu tidak akan terlaksana apabila kami berjalan sendiri tanpa dukungan dan peran aktif masyarakat. Masyarakat adalah mitra Kepolisian dalam menjaga Kamtibmas,” tutupnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antara Polsek, Koramil, pemerintah distrik, pemerintah kampung, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat guna mendukung terciptanya situasi keamanan yang aman dan kondusif di wilayah Prafi dan Aimasi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.












