MITRAPOL.com, Sukabumi Jabar – Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.
Dengan sebagian besar wilayahnya berupa sawah dan lahan garapan, pemerintah desa terus mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Potensi tersebut menjadi modal penting bagi Desa Bumisari untuk mengembangkan sektor agrikultur secara berkelanjutan.
Hampir separuh wilayah desa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat.
Kepala Desa Bumisari, Sholihudin, mengatakan pengembangan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan.
Infrastruktur, kelembagaan petani, kualitas bibit hingga pengetahuan mengenai teknik bercocok tanam juga perlu ditingkatkan secara bersamaan.
Menurut dia, salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah desa adalah membenahi sarana dan prasarana pertanian yang berhubungan langsung dengan aktivitas petani.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah memperbaiki infrastruktur seperti Jalan Usaha Tani (JUT), irigasi terpadu, dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Sholihudin saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (2/10/20256).
Perbaikan Jalan Usaha Tani dinilai penting karena akses tersebut menjadi jalur utama bagi masyarakat untuk menuju lahan pertanian.
Infrastruktur yang lebih baik juga dapat membantu mobilitas petani maupun distribusi hasil panen.
Selain akses jalan, sistem irigasi menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian Desa Bumisari.
Ketersediaan air yang lebih teratur dibutuhkan untuk menjaga produktivitas lahan, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Pemerintah Desa Bumisari secara bertahap mengembangkan sistem irigasi terpadu agar kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat lebih terkelola.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, pengelolaan lahan diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor tersebut.
Pengembangan pertanian juga diarahkan pada penguatan kelembagaan petani. Pemerintah Desa Bumisari melakukan inventarisasi kelompok tani agar keberadaan kelompok tersebut dapat terdata dan memiliki arah kegiatan yang lebih jelas.
Sholihudin menyebut kelompok tani memiliki peran penting dalam mengorganisasi petani sekaligus menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai program maupun informasi terkait pertanian.
“Kami terus melakukan inventarisasi kelompok tani sehingga mereka terorganisir dengan baik dan memiliki arah yang jelas dalam menjalankan usahanya,” katanya.
Penataan tersebut diharapkan memudahkan pemerintah desa dalam menyalurkan program pertanian secara lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, kelompok tani dapat menjadi wadah bagi petani untuk bertukar pengalaman dan mengembangkan usaha pertanian secara bersama-sama.
Upaya meningkatkan produktivitas juga dilakukan melalui penyediaan bibit pertanian berkualitas.
Dalam program ketahanan pangan yang dijalankan desa, pemerintah Desa Bumisari mengalokasikan anggaran untuk pengadaan bibit unggul pada 2023.
Penyediaan bibit tersebut diarahkan untuk membantu petani memperoleh bahan tanam yang dapat menunjang produktivitas lahan dan hasil panen.
“Melalui program ini, kami memastikan para petani mendapatkan akses terhadap bibit-bibit unggulan yang dapat menunjang keberhasilan panen mereka,” jelas Sholihudin.
Program tersebut menjadi salah satu bagian dari strategi desa dalam meningkatkan kapasitas produksi pertanian sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
Selain pembangunan fisik dan penyediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas petani juga menjadi bagian dari agenda pemerintah desa.
Penyuluhan pertanian dilakukan melalui kelompok-kelompok tani agar masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai teknik bercocok tanam yang lebih efektif dan efisien.
Materi pendampingan diarahkan pada penerapan metode pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan, peningkatan produktivitas, serta penggunaan teknologi yang dapat membantu proses budidaya.
Pemerintah Desa Bumisari juga membuka ruang kerja sama dengan instansi terkait, termasuk dinas pertanian dan institusi pendidikan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan pelatihan maupun pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan petani.
Pengembangan metode pertanian yang ramah lingkungan juga menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan.
Pemanfaatan teknologi dan pengetahuan baru diharapkan mampu membantu petani menghasilkan produk pertanian yang lebih berkualitas.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Desa Bumisari membangun sektor pertanian secara berkelanjutan.
Pemerintah desa ingin potensi lahan yang tersedia tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat saat ini, tetapi juga dapat menjadi basis ekonomi desa dalam jangka panjang.
Pengembangan infrastruktur pertanian, penataan kelompok tani, penyediaan bibit, penyuluhan serta kerja sama dengan berbagai pihak menjadi sejumlah langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.
Sholihudin berharap seluruh elemen masyarakat dapat ikut mengambil bagian dalam pengembangan pertanian desa.
“Harapan kami, semua upaya yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat desa. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, kami optimis Desa Bumisari dapat menjadi desa mandiri pangan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.
Dengan potensi lahan pertanian yang besar dan dukungan program pemberdayaan masyarakat, Desa Bumisari menempatkan sektor agrikultur sebagai salah satu fondasi pembangunan ekonomi desa. (ADV)









