MITRAPOL.com, Pesisir Selatan – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan darurat delapan titik longsor dan amblas badan jalan di ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi, Nagari Jangki Ayam, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Hingga Senin (12/10/2026), empat dari delapan titik terdampak telah selesai dibersihkan, sedangkan empat titik lainnya masih dalam penanganan.
Kerusakan terjadi setelah hujan berintensitas tinggi pada 9–10 Oktober 2026 memicu longsor dan luapan Sungai Tapan.
Penanganan dilakukan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat untuk memulihkan konektivitas jalan nasional yang terdampak bencana.
Hingga proses penanganan darurat berlangsung, ruas jalan tersebut masih belum dapat dilalui kendaraan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas pemerintah dalam kondisi darurat bencana, mengingat pentingnya jalan dan jembatan bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
“Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin, keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody. Senin (12/10/2026).
Untuk mempercepat pekerjaan, BPJN Sumatera Barat mengerahkan dua unit excavator dan dua unit wheel loader.
Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan serta mendukung penanganan pada titik-titik terdampak.
Petugas juga memasang rambu-rambu peringatan dan garis pengamanan (Police Line) guna mengantisipasi risiko kecelakaan serta membatasi akses ke area pekerjaan.
Pada Senin (12/10/2026), Satgas BPJN Sumatera Barat bersama pihak terkait masih melanjutkan pembersihan material longsor dan penanganan badan jalan yang amblas.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan, curah hujan, stabilitas lereng, dan keselamatan petugas.
Tingginya curah hujan di sekitar lokasi menjadi salah satu kendala dalam penanganan darurat, kondisi tersebut meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan sehingga setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati.
Kementerian PU mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan melalui ruas Tapan–Batas Jambi hingga akses dinyatakan aman dan dibuka kembali.
Pengguna jalan diharapkan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang serta tidak menerobos area yang masih dalam penanganan.
Melalui BPJN Sumatera Barat, Kementerian PU terus mengupayakan percepatan penanganan agar konektivitas jalan nasional dapat segera pulih. Namun, pembukaan kembali akses tetap bergantung pada kondisi lapangan dan hasil pemeriksaan keselamatan.
Pemerintah berharap pemulihan infrastruktur dapat mendukung kembali mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi antarwilayah setelah bencana longsor.












