Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Panen 3,5 Ton Ikan di Lahat, FP2M Soroti Dukungan Perusahaan Tambang

Admin
×

Panen 3,5 Ton Ikan di Lahat, FP2M Soroti Dukungan Perusahaan Tambang

Sebarkan artikel ini
Panen 3,5 Ton Ikan di Lahat, FP2M Soroti Dukungan Perusahaan Tambang
Kegiatan panen ikan bersama Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat

MITRAPOL.com, Lahat – Program budi daya ikan keramba jaring apung binaan PT Bara Alam Utama (BAU) di Desa Telatang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, berhasil menghasilkan lebih dari 3,5 ton ikan.

Di tengah capaian tersebut, Forum Pemuda Peduli Merapi (FP2M) menyoroti pentingnya pemerataan dukungan perusahaan tambang terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan Merapi Area.

Panen bersama itu merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan melalui budi daya ikan. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Lahat, pengurus FP2M, unsur kecamatan, manajemen PT BAU, perwakilan TNI, serta pemerintah Desa Telatang.

Dalam laporannya, Ahmad Syari Kurnianto, S.Pd.I., menjelaskan bahwa program mulai berjalan pada Januari dengan dukungan pembangunan empat unit kolam, jembatan apung sepanjang 50 meter, gudang, serta pengadaan 12.000 ekor ikan berikut sarana budi daya, vitamin, dan pakan.

Menurut Ahmad, tingkat kematian ikan dilaporkan sekitar 1 persen. Hasil panen yang melampaui 3,5 ton tersebut juga melebihi target awal sebesar 3 ton.

Meski demikian, keberlanjutan usaha masih menjadi perhatian, terutama terkait pemasaran hasil panen. Ahmad mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi penjajakan pemasaran belum berjalan sesuai harapan karena kebutuhan pasokan lebih mengutamakan ayam. Pihaknya menyebut telah memperoleh pengepul yang bersedia menyerap hasil panen.

Ketua FP2M, Sudarman alias Panglima BZWin, mengapresiasi dukungan yang telah diberikan PT BAU, PT Bukit Asam (PTBA), dan Pemerintah Kabupaten Lahat kepada organisasinya yang berusia sekitar satu tahun enam bulan.

Namun, ia menyayangkan dukungan terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dinilainya belum merata. Sudarman secara khusus menyoroti PT Priamanaya yang menurutnya belum memberikan dukungan kepada FP2M sebagaimana yang diharapkan.

“Walaupun FP2M baru berumur 1,6 tahun, kita sudah mendapatkan dukungan dari dua perusahaan yang ada di Merapi Area, yaitu PT BAU dan PTBA, serta mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lahat,” ujar Sudarman.

Ia berharap lebih banyak perusahaan di kawasan pertambangan Merapi Area terlibat dalam program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama melalui pengembangan usaha produktif dan penguatan ekonomi lokal.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat perlu diwujudkan melalui kegiatan yang berkelanjutan, bukan sekadar program seremonial. Keterlibatan perusahaan, pemerintah, dan kelompok masyarakat dinilai penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT BAU, Alberta, S.H., menyampaikan bahwa kontribusi perusahaan perlu memperhatikan masa depan masyarakat, termasuk ketika aktivitas pertambangan berakhir.

Program budi daya ikan di Desa Telatang diharapkan menjadi salah satu kegiatan produktif yang dapat dievaluasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Penguatan pemasaran, pendampingan usaha, ketersediaan pakan, serta kesinambungan produksi menjadi faktor penting agar usaha tersebut dapat terus berjalan.

Bupati Lahat Bursah Zarnubi, S.E., melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Chandra, S.H., M.M., turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut.

Panen lebih dari 3,5 ton ikan ini menjadi capaian awal yang perlu ditindaklanjuti dengan pengelolaan usaha dan pemasaran yang berkelanjutan.

Dukungan lintas pihak diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pertambangan, sekaligus membuka peluang usaha yang tetap berjalan dalam jangka panjang.