Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Smong, Warisan Leluhur Simeulue yang Disiapkan Jadi Ikon Wisata Dunia

Admin
×

Smong, Warisan Leluhur Simeulue yang Disiapkan Jadi Ikon Wisata Dunia

Sebarkan artikel ini
Smong, Warisan Leluhur Simeulue yang Disiapkan Jadi Ikon Wisata Dunia
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menakar Ikon Smong” yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue, Sabtu (31/10/2026).

MITRAPOL.com, Simeulue, Aceh – Kearifan lokal Smong yang menjadi pengetahuan masyarakat Simeulue dalam menghadapi ancaman tsunami didorong menjadi ikon wisata edukasi sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Smong sendiri adalah kearifan lokal dari Pulau Simeulue, Aceh, berupa sistem peringatan dini dan mitigasi bencana gempa bumi serta tsunami.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menakar Ikon Smong” yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue, Sabtu (31/10/2026).

FGD tersebut membahas strategi pengembangan Smong sebagai identitas daerah dengan mengintegrasikan pelestarian budaya, edukasi mitigasi bencana, dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Smong merupakan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini mengajarkan masyarakat mengenali tanda-tanda tsunami dan segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi ketika terjadi gempa kuat atau tanda bahaya lainnya.

Nilai sejarah, budaya, edukasi, dan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya dinilai menjadi modal penting bagi Simeulue untuk membangun daya tarik wisata yang memiliki keunikan tersendiri.

Salah satu gagasan dalam FGD tersebut adalah pengembangan destinasi wisata edukasi Smong melalui pembangunan monumen, museum, dan sejumlah titik pembelajaran kebencanaan.

Sebagai langkah awal, muncul usulan pembangunan sekitar 8–10 monumen atau titik edukasi yang dilengkapi informasi sejarah Smong, pengalaman masyarakat menghadapi tsunami, serta pengetahuan praktis mengenai mitigasi bencana.

Selain itu, Festival Smong sebagai agenda tahunan pariwisata daerah juga diusulkan untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Simeulue kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pengembangan tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, penginapan, jasa wisata, serta pelaku seni dan budaya. Dengan demikian, pertumbuhan pariwisata dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain sektor pariwisata, pelestarian Smong dinilai perlu diperkuat melalui pendidikan dan kebijakan pemerintah daerah.

Salah satu langkah yang didorong ialah mengoptimalkan penerapan Peraturan Bupati Simeulue Nomor 34 Tahun 2020 tentang Muatan Lokal melalui penguatan materi kearifan lokal Smong di sekolah-sekolah.

Upaya ini diharapkan membuat generasi muda, termasuk Gen Z, tidak hanya mengenal Smong sebagai warisan sejarah, tetapi juga memahami nilai budaya dan pengetahuan mitigasi bencana yang terkandung di dalamnya.

Pelibatan generasi muda juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkenalkan Smong kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari berbagai negara.

FGD tersebut dihadiri Ketua DPRK Simeulue beserta istri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah kepala dinas, pimpinan Bank Aceh Syariah, tokoh masyarakat, perwakilan media, serta pakar dan narasumber.

Menutup kegiatan, tokoh Kabupaten Simeulue, Moris, menyampaikan pantun sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.

Melalui pengembangan Smong, Simeulue diharapkan tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga menjadikannya sebagai kekuatan edukasi kebencanaan, identitas pariwisata, dan sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.