Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Unik dan Menegangkan, Turnamen Bola Api MWC NU Kedungtuban Cup Meriahkan Desa Sidorejo

Admin
×

Unik dan Menegangkan, Turnamen Bola Api MWC NU Kedungtuban Cup Meriahkan Desa Sidorejo

Sebarkan artikel ini
Unik dan Menegangkan, Turnamen Bola Api MWC NU Kedungtuban Cup Meriahkan Desa Sidorejo
Turnamen Bola Api MWC NU Kedungtuban Cup

MITRAPOL.com, Blora – Pertandingan sepak bola menggunakan bola api menjadi tontonan unik bagi masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kegiatan bertajuk Turnamen Sepak Bola MWC NU Kedungtuban Cup tersebut digelar di lapangan Desa Sidorejo pada Sabtu (7/11/2026) malam.

Berbeda dari pertandingan sepak bola pada umumnya, turnamen ini menggunakan bola khusus yang terbuat dari tempurung kelapa. Sebelum digunakan, tempurung tersebut disiram minyak tanah kemudian dinyalakan hingga membara.

Keunikan pertandingan itu menarik perhatian warga. Sejumlah penonton tampak memadati pinggiran lapangan untuk menyaksikan jalannya pertandingan yang tidak biasa mereka temui.

Sucipto, salah satu panitia penyelenggara, mengatakan gagasan penggunaan bola api berawal dari ide Kepala Desa Sidorejo, Agung Heri Susanto. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan bersama tim penyelenggara.

“Ide bola api ini berasal dari Bapak Agung Heri Susanto selaku Kades Sidorejo. Kemudian ide tersebut kami susun bersama tim kami, ternyata sukses berjalan tanpa kendala,” ungkap Sucipto.

Selain pertandingan, suasana di sekitar lapangan juga semakin ramai dengan kehadiran sejumlah pedagang. Berbagai hiburan dan fasilitas untuk anak-anak turut tersedia, mulai dari rumah balon, mainan, hingga jasa lukis.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang untuk menyaksikan pertandingan sekaligus menikmati suasana malam di lokasi kegiatan.

“Sangat terhibur, baru pertama kali saya lihat pertandingan seperti ini di desa kami,” ujar salah seorang penonton.

Di balik keunikannya, pertandingan sepak bola menggunakan bola api memiliki risiko keselamatan, terutama luka bakar dan kebakaran. Karena itu, pengawasan ketat perlu menjadi perhatian penyelenggara, termasuk memastikan keamanan pemain, wasit, petugas, penonton, serta area aktivitas anak-anak.

Penyelenggaraan kegiatan serupa diharapkan tetap mengutamakan standar keselamatan agar hiburan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib.