MITRAPOL.com, Lebak Banten – Mendapat laporan adanya warga yang terjatuh dari pohon akibat tersengat arus listrik, Personil Polsek Curugbitung Polres Lebak langsung datangi TKP di Kampung Cilayang, desa Cilayang, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Selasa (11/07/2023).
Korban berinisial JW (38) anak dari saksi Ar (44) yang bekerja di rumah saksi M dan Ag di Kampung Cilayang Rt 003 Rw 003,
Menurut Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan, S.IK.,MH, melalui Kapolsek Curugbitung IPTU Hendro Bahar, SH menerangkan,”Sekitar pukul 12.30 WIB personil Polsek Curugbitung yang piket mendapatkan laporan dari warga masyarakat telah terjadi sebuah peristiwa seseorang terjatuh dari atas pohon akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan,”Setelah itu korban langsung dibawa ke Puskesmas Curugbitung dan menurut keterangan dari Puskesmas Curugbitung bahwa korban JW sudah meninggal dunia sebelum dibawa ke Puskesmas Curugbitung,” jelas Hendro.
Berdasarkan keterangan Ibu korban yang menjadi saksi dilokasi menerangkan bahwa korban JW awalnya dimintai tolong olehnya untuk memangkas ranting pohon mahoni di rumah majikannya M dan A.
Pada saat ranting pohon mahoni dipangkas, ranting tersebut tersangkut dikabel atau menempel di kabel milik PLN, kemudian JW berinisiatif menarik ranting yang tersangkut tersebut dan pada saat ditarik, korban tersengat aliran listrik, setelah itu korban langsung tak sadarkan diri diatas pohon dan tidak lama kemudian korban langsung terjatuh pada ketinggian ±5m, dengan kepala korban terlebih dahulu terbentur coran septi tank yang ada dibawahnya.
Setelah korban terjatuh anak dari M yaitu Ag (22) keluar dari rumah karena mendengar suara teriakan minta tolong dari Sodara/i. Ar lalu Sodara. Ag menolong JW dan tidak lama kemudian warga berdatangan menolong korban dan langsung dibawa ke Puskesmas Curugbitung.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Curugbitung Aiptu Sani Agustian bahwa,”Pada saat di lokasi dirinya bersama anggota lainnya langsung menggelar olah TKP dan memintai keterangan para saksi, bahwa korban setelah sampai di Puskesmas Curugbitung kondisinya sudah meninggal dunia berati ada kemungkinan korban meninggal pada saat di TKP,” terangnya.
“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Curugbitung, pihak desa Cilayang dan keluarga korban untuk melakukan Autopsi namun pihak korban menolaknya dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah,” tutup Sani.
Pewarta : Mad/Jul












