MITRAPOL.com, Pandeglang, Banten – Banjir besar kembali melanda dua kecamatan langganan banjir di Kabupaten Pandeglang, yakni Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Patia, Rabu (14/1/2026). Banjir kali ini disebut sebagai yang terbesar dan tercepat dalam satu dekade terakhir akibat tingginya intensitas curah hujan.
Sejumlah desa terdampak parah, di antaranya Desa Sukadame, Bulagor, Surianen, Ciawi, dan Idaman. Luapan Sungai Cilemer yang tidak mampu menampung debit air menyebabkan genangan meluas hingga ke permukiman warga dan area persawahan.
Menurut keterangan warga setempat, banjir kali ini merupakan kejadian kelima, namun dengan skala paling besar. Ketinggian air di beberapa titik mencapai dada hingga leher orang dewasa.
“Kalau banjir musiman itu sudah biasa, tapi kali ini luar biasa. Bisa dibilang banjir sepuluh tahunan. Ratusan rumah terendam, sawah yang padinya sudah mulai berbunga juga ikut tenggelam. Kami khawatir gagal panen atau puso,” ujar salah seorang warga Kecamatan Pagelaran.
Selain merendam permukiman, banjir juga melumpuhkan aktivitas warga. Akses keluar masuk desa terputus total, sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga juga mengeluhkan minimnya sarana evakuasi, terutama perahu.
“Kami sangat membutuhkan tambahan perahu. Saat ini di satu desa hanya tersedia satu perahu, itu pun tidak cukup untuk membantu warga, anak sekolah, maupun evakuasi darurat. Mohon pemerintah segera menambah armada perahu,” lanjutnya.
Di Kecamatan Pagelaran, wilayah Kampung Pamatang, Desa Bulagor, menjadi salah satu titik terparah. Seluruh wilayah RT 1 hingga RT 7 terendam banjir. Di RT 1, 2, dan 6, ketinggian air mencapai dada hingga leher orang dewasa, memaksa warga mengungsi ke desa lain yang lebih aman.
Akses menuju wilayah sekitar juga terputus. Ke arah timur terhalang banjir Sungai Cikobut, ke utara terhalang luapan Sungai Cisata, sementara jalur ke barat menuju Pagelaran terputus total dengan ketinggian air mencapai dua hingga tiga meter.
Warga berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat segera turun tangan dengan langkah cepat dan konkret, baik dalam penanganan banjir, bantuan logistik, penyediaan perahu evakuasi, maupun solusi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang.












