MITRAPOL.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas akses pendidikan dengan mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Hal tersebut ditandai dengan keikutsertaan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Endin Samsudin dalam kegiatan groundbreaking Sekolah Rakyat serentak nasional yang digelar secara virtual dan dipusatkan di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, pekan ini.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk menghadirkan layanan pendidikan terpadu bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bekasi.
Progres Pembangunan Capai 10 Persen
Sekda Endin Samsudin menyampaikan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 10 persen, dengan masa kontrak pekerjaan hingga pertengahan tahun 2026.
“Progres pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar 10 persen. Kontrak pekerjaan berjalan hingga Juni 2026. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Bapak Presiden dan Kementerian PUPR, serta jajaran wilayah Jawa Barat yang telah melaksanakan pekerjaan ini,” ujar Endin.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Pemkab Bekasi Siapkan Calon Peserta Didik
Selain pembangunan fisik, Pemkab Bekasi juga telah melakukan berbagai persiapan pendukung, termasuk penyiapan calon peserta didik. Pendataan dilakukan oleh Dinas Sosial melalui pembaruan basis data dari DTKS menjadi DTSN, dengan sasaran masyarakat pada desil 1 hingga 5.
“Calon peserta didik sudah mulai disiapkan melalui proses pendataan. Dengan demikian, saat Sekolah Rakyat diresmikan, seluruh kewajiban daerah dalam menyiapkan peserta sudah siap,” jelas Endin.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi dirancang sebagai pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan target sekitar 1.000 siswa dalam satu angkatan.
“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Bekasi yang tertinggal dalam pendidikan dasar,” tambahnya.
Bagian dari Program Strategis Nasional
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Kementerian PUPR, Tommy, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi merupakan bagian dari paket pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat Tahap II.
“Kontrak pekerjaan dimulai sejak 2 Desember 2025 dan dijadwalkan berakhir pada 29 Juli 2026,” ungkap Tommy.
Ia menambahkan, setelah dilakukan serah terima pertama pekerjaan, Sekolah Rakyat tersebut diharapkan dapat langsung dimanfaatkan untuk menampung siswa Sekolah Rakyat rintisan yang telah berjalan, sekaligus menambah peserta didik baru.












