MITRAPOL.com, Pandeglang, Banten – Warga Kampung Kapinango, RT 004/001, Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan keberadaan kabel listrik yang terjuntai dan sebagian tergeletak di tanah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama saat hujan.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kabel tersebut sebelumnya tertimpa pohon pada 22 Januari 2026, yang menyebabkan aliran listrik di wilayah tersebut sempat padam.
“Awalnya kabel itu tertimpa pohon dan listrik di kampung kami padam. Perbaikan memang dilakukan sehingga listrik kembali menyala, tetapi kabel-kabelnya dibiarkan terjuntai dan belum diperbaiki sampai sekarang,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Menurut warga, kabel yang dibiarkan dalam kondisi tidak tertata menimbulkan kekhawatiran, terutama karena sebagian berada di dekat jalan utama dan ada yang menyentuh tanah.
“Kalau hujan kami takut, apalagi kabel itu bekas tertimpa pohon. Kalau ada yang terkelupas dan terkena air, kan berbahaya, bisa menyetrum,” lanjutnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Yayan Hendiana, Koordinator Lapangan organisasi Mahasiswa dan Pemuda Progresif (MPP). Ia menyayangkan kondisi kabel listrik yang dinilai belum ditangani secara tuntas.
“Kami sangat menyayangkan jika kabel listrik bertegangan tinggi dibiarkan terjuntai dan tergeletak di tanah. Ini jelas berisiko bagi keselamatan warga,” kata Yayan.
Yayan menjelaskan bahwa dalam ketentuan umum, tanggung jawab pemeliharaan jaringan listrik terbagi antara penyedia listrik dan pelanggan. Penyedia listrik bertanggung jawab atas jaringan distribusi hingga ke meteran pelanggan, termasuk tiang, trafo, dan kabel utama, sedangkan pelanggan bertanggung jawab atas instalasi listrik di dalam rumah.
“Jaringan distribusi listrik merupakan tanggung jawab penyedia listrik untuk dipelihara dan diperbaiki. Karena itu, kondisi seperti ini seharusnya segera ditangani demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat permohonan audiensi ke kantor PLN setempat untuk meminta klarifikasi dan tindak lanjut atas kondisi tersebut.
“Kami berharap ada respons cepat. Jangan sampai menunggu adanya korban baru dilakukan perbaikan,” imbuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait keluhan warga tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.












