Nusantara

Harga Minyak Nilam Anjlok Drastis, Petani dan Pemilik Ketel di Aceh Selatan Tertekan

Admin
×

Harga Minyak Nilam Anjlok Drastis, Petani dan Pemilik Ketel di Aceh Selatan Tertekan

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Nilam Anjlok Drastis
Petani nilam sekaligus pemilik ketel penyulingan di Kabupaten Aceh Selatan

MITRAPOL.com, Aceh Selatan – Petani nilam sekaligus pemilik ketel penyulingan di Kabupaten Aceh Selatan mengeluhkan anjloknya harga minyak nilam yang dinilai semakin memberatkan kondisi ekonomi masyarakat. Harga minyak nilam yang sebelumnya sempat mencapai Rp2,3 juta per kilogram, kini merosot tajam hingga berkisar Rp750 ribu per kilogram.

Penurunan harga yang signifikan tersebut membuat petani kian tertekan, terutama karena biaya produksi justru terus mengalami kenaikan. Salah satu komponen biaya terbesar adalah kebutuhan kayu bakar untuk proses penyulingan, yang saat ini semakin sulit diperoleh dengan harga yang tidak stabil dan cenderung mahal.

“Kami sebagai petani nilam sekaligus memiliki ketel penyulingan sendiri benar-benar kewalahan. Harga jual turun drastis, sementara biaya produksi terus naik,” ungkap salah seorang petani nilam di Aceh Selatan, Jumat (30/1/2026).

Keluhan serupa disampaikan M. Yanin (55), warga Gampong Air Pinang, Kecamatan Tapaktuan. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, khususnya Bupati Aceh Selatan H. Marwan, dapat segera turun tangan untuk mencari solusi atas kondisi yang dialami petani nilam.

“Kami sangat berharap Bapak Bupati dapat menjadi solusi atas anjloknya harga minyak nilam ini. Jika harga kembali stabil dan layak, tentu petani akan kembali bersemangat menanam nilam,” ujar Yanin.

Ia juga meminta pemerintah daerah agar aktif melobi pembeli minyak nilam di tingkat nasional maupun internasional, sehingga harga minyak nilam asal Aceh Selatan tidak terus ditekan oleh oknum agen yang dinilai hanya mengejar keuntungan pribadi.

“Kami berharap ada pengawasan terhadap agen-agen yang bermain harga. Jangan sampai petani terus dirugikan. Minyak nilam Aceh Selatan memiliki kualitas yang baik, sudah seharusnya harganya stabil dan adil,” tambahnya.

Para petani nilam berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan usaha nilam yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Aceh Selatan. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa solusi, petani khawatir akan meninggalkan komoditas nilam yang selama ini menjadi mata pencaharian utama mereka.