Jakarta

Natal KKK 2026, Gubernur Sulut Ajak Diaspora Kawanua Pulang Bangun Bumi Nyiur Melambai

Admin
×

Natal KKK 2026, Gubernur Sulut Ajak Diaspora Kawanua Pulang Bangun Bumi Nyiur Melambai

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulut Ajak Diaspora Kawanua Bangun Bumi Nyiur Melambai
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E.,

MITRAPOL.com, Jakarta – Perayaan Natal dan Kunci Taon Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Tahun 2026 berlangsung khidmat dan meriah di Balai Samudera, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan diaspora Sulawesi Utara sekaligus ajakan nyata membangun kampung halaman, Bumi Nyiur Melambai.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas soliditas warga Kawanua di perantauan. Ia mengajak para pakar, profesional, dan pengusaha diaspora untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara demi mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Marijo baku tongka, kong baku beking maju. Mari saling menopang dan mendorong kemajuan. Kami mengajak seluruh diaspora Kawanua untuk ikut memikirkan, memberi saran, serta menyumbangkan ide-ide kreatif dari perantauan demi kampung halaman,” ujar Gubernur Yulius, disambut antusias hadirin.

Gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Utara saat ini membutuhkan keterlibatan langsung diaspora, khususnya dalam pengelolaan potensi daerah di sektor pertambangan rakyat dan pariwisata. Ia mengungkapkan, pemerintah provinsi tengah memperjuangkan legalitas 232 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), dengan 63 blok di enam kabupaten telah memperoleh persetujuan.

“Bagi ahli-ahli pertambangan asal Sulawesi Utara yang sukses di Jakarta, pulang jo. Bergabung dengan pemerintah provinsi dan BUMD. Izin pertambangan rakyat akan segera kami keluarkan,” tegasnya.

Selain pertambangan, sektor pariwisata juga menjadi prioritas pembangunan melalui revitalisasi sejumlah destinasi unggulan, seperti Bukit Kasih, Sumaru Endo, serta program pembersihan Danau Tondano.

Perayaan Natal dan Kunci Taon KKK 2026 dikemas secara unik melalui konsep Ibadah Naratif Teatrikal, yang memadukan ibadah syukur dengan pertunjukan seni budaya Kawanua. Acara ini mengusung Tema Natal Nasional PGI–KWI 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, dengan subtema “Kasih Kristus Sempurna Bagi Kita dalam Menjaga Akar, Menyatukan Hati, dan Menjadi Cahaya.”

Konseptor acara, Pdt. Johny Alexander Lontoh, M.Min., M.Th., menjelaskan bahwa perayaan dibagi dalam empat sesi narasi, mulai dari kisah penciptaan hingga panggilan hidup dalam terang. Setiap sesi diperkaya dengan tari dan pertunjukan surealis untuk memperdalam refleksi iman jemaat.

Acara semakin semarak dengan penampilan paduan suara Nafiri Choir dan GP Choir, pesan Natal oikumenis oleh RD Anthonius G.A., serta pertunjukan seni budaya khas Kawanua seperti Tari Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, dan Masamper. Sejumlah artis berdarah Kawanua, antara lain Dirly Sompie, Randy Lapian, Angel Punaji, serta penampilan spesial Tony Wenas, turut memeriahkan suasana.

Perayaan ini juga menjadi ajang silaturahmi tokoh nasional asal Sulawesi Utara, di antaranya Theo Sambuaga, Glenn Kairupan, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar, mantan Dirjen Imigrasi dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol (Purn.) Ronny Sompie, mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Jan Samuel Maringka, serta tokoh nasional lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, para tokoh menyampaikan pesan perdamaian, inovasi, dan pentingnya peran diaspora Kawanua sebagai agen perubahan (agent of change) dan peacemaker di tingkat nasional maupun global.

Ketua Umum DPP KKK, Angelica Tengker, menegaskan visi KKK periode 2025–2030 untuk terus menjaga akar budaya, menyatukan hati, dan menjadi cahaya di mana pun warga Kawanua berada.

Menutup sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus mengajak seluruh warga Kawanua untuk senantiasa menjaga nama baik daerah dan bangsa, serta berkontribusi nyata demi kemajuan Sulawesi Utara sebagai kebanggaan bersama.