MITRAPOL.com, Sukabumi — Pemerintah Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terus menata arah pembangunan berbasis potensi lokal dengan menitikberatkan pada penguatan sektor pertanian dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dipilih sebagai strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Kepala Desa Kertajaya, Asep Yusnandar, menyampaikan bahwa kebijakan pembangunan desa difokuskan pada potensi nyata yang telah lama menjadi sumber penghidupan warga, bukan sekadar mengikuti tren pembangunan sesaat. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara khusus pada Rabu (4/2/2026).
“Fokus utama kami saat ini adalah optimalisasi sektor pertanian dan penguatan UMKM berbasis potensi lokal. Ini merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan hasil bumi serta peningkatan pendapatan asli desa yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga,” ujar Asep.
Secara geografis, Desa Kertajaya memiliki lahan pertanian yang cukup potensial, baik untuk tanaman pangan maupun komoditas hortikultura. Potensi tersebut selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat desa.
Namun demikian, pemerintah desa menilai penguatan sektor pertanian tidak hanya berhenti pada aspek produksi. Pengelolaan pascapanen, pemasaran hasil pertanian, serta peningkatan nilai tambah produk menjadi bagian penting dari strategi pembangunan yang diterapkan.
Selain pertanian, pengembangan UMKM berbasis hasil bumi lokal juga menjadi fokus lanjutan. Produk olahan pertanian, makanan khas desa, hingga kerajinan lokal terus didorong agar memiliki standar kualitas yang lebih baik dan daya saing yang meningkat.
Menurut Asep, penguatan dua sektor tersebut memberikan dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi desa. Pendapatan masyarakat meningkat, perputaran ekonomi lokal menjadi lebih hidup, dan ketergantungan terhadap sektor eksternal secara bertahap dapat ditekan.
Keberhasilan program pembangunan desa, lanjut Asep, tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat. Pemerintah desa secara konsisten melibatkan kelompok tani, pelaku UMKM, serta tokoh masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan program.
“Kami melibatkan masyarakat agar mereka merasa memiliki dan bangga terhadap hasil pembangunan di desa ini,” katanya.
Pendekatan partisipatif tersebut dinilai efektif dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama. Warga tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek yang berperan langsung dalam menentukan arah kemajuan desa.
Di sisi lain, pemerintah desa juga menaruh perhatian pada keterlibatan generasi muda. Desa Kertajaya mendorong peran pemuda dalam pengelolaan pertanian modern, pemasaran digital produk UMKM, serta promosi potensi desa melalui media sosial. Upaya ini sekaligus menjadi langkah untuk menekan laju urbanisasi dengan membuka peluang ekonomi di desa.
Tidak hanya berorientasi jangka pendek, Desa Kertajaya juga telah menyusun visi pembangunan jangka panjang. Salah satu target strategisnya adalah menjadikan desa tersebut sebagai pusat edukasi pertanian unggulan di Kabupaten Sukabumi.
“Ke depan, kami menargetkan Desa Kertajaya menjadi pusat edukasi pertanian unggulan melalui pengembangan lahan percontohan, pelatihan pertanian berkelanjutan, serta kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pihak terkait,” ungkap Asep.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah desa menyadari perlunya dukungan lintas sektor, khususnya dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyediaan infrastruktur penunjang.
“Akses jalan, sarana distribusi hasil pertanian, hingga dukungan regulasi menjadi faktor penting agar potensi desa dapat berkembang secara maksimal,” jelasnya.
Dengan potensi alam yang dimiliki, semangat gotong royong masyarakat, serta keterlibatan aktif generasi muda, pemerintah desa optimistis Desa Kertajaya mampu menjadi contoh pembangunan desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.












