Nasional

Tinjau Tanah Bergerak di Tegal, Menteri PU Siapkan 1.000 Unit Huntara

Admin
×

Tinjau Tanah Bergerak di Tegal, Menteri PU Siapkan 1.000 Unit Huntara

Sebarkan artikel ini
Menteri PU Siapkan 1.000 Unit Huntara
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026).

MITRAPOL.com, Tegal — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan langkah penanganan bencana berjalan cepat dan tepat di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Dody menegaskan komitmen Kementerian PU untuk mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak, mengingat kondisi pergerakan tanah dinilai membahayakan keselamatan warga.

“Sudah ada kajian Badan Geologi dari Kementerian ESDM yang menyatakan kawasan ini tidak lagi layak menjadi permukiman. Jadi kemungkinan yang paling tepat adalah memindahkan warga ke lokasi yang lebih aman,” ujar Dody.

Capar Direkomendasikan Jadi Lokasi Huntara

Sebelumnya, terdapat tiga calon lahan relokasi yang berada di Desa Padasari, Desa Lebakwangi, dan Desa Capar, Kecamatan Jatinegara. Berdasarkan hasil kajian, lahan di Desa Capar seluas sekitar 12 hektare direkomendasikan sebagai lokasi pembangunan hunian sementara.

Menurut Dody, pembangunan huntara akan dilaksanakan setelah pemerintah daerah mengajukan usulan resmi serta menyelesaikan administrasi penetapan lokasi dan calon penerima manfaat.

“Pak Bupati menyampaikan ada lahan seluas 12 hektare. Nanti akan dikoordinasikan bersama Kementerian PU dan BNPB. Untuk tahap awal kemungkinan dibangun sekitar 900 sampai 1.000 unit huntara. Setelah ada arahan resmi, akan dibuat desainnya dan segera kami setujui,” katanya.

Ditargetkan Rampung Tiga Pekan

Kementerian PU menargetkan pembangunan huntara dapat diselesaikan sekitar tiga minggu sejak pekerjaan dimulai. Pemerintah berharap sebelum Lebaran warga sudah dapat menempati hunian sementara tersebut.

“Huntara biasanya bisa dikerjakan sekitar tiga minggu. Harapannya sebelum Lebaran sudah bisa ditempati. Fasilitasnya lengkap, termasuk kamar mandi, tempat tidur, lemari, dan kipas angin, seperti yang pernah dibangun di Sumatera Utara dan Aceh,” jelas Dody.

Untuk tahap awal, pemerintah memprioritaskan penyediaan hunian sementara guna memastikan warga terdampak segera memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak. Sementara itu, pembangunan hunian tetap akan dibahas lebih lanjut sesuai persyaratan teknis dan rekomendasi geologi.

Dalam kunjungannya, Menteri Dody juga meninjau langsung calon lokasi huntara di Desa Capar serta berdialog dengan masyarakat terdampak. Pemerintah daerah menyatakan segera menyelesaikan kelengkapan administrasi agar proses pembangunan dapat segera dimulai.