MITRAPOL.com, Karawang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat pedesaan mulai berjalan di sejumlah desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Program ini dilaksanakan melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan dukungan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Berdasarkan data tahun 2026, anggaran BGN meningkat menjadi Rp268 triliun dari sebelumnya Rp71 triliun pada tahun sebelumnya. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung program MBG yang menyasar anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta guru dan relawan Posyandu.
Salah satu pelaksanaan program terlihat di Posyandu Mawar 6, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang. Tim kader Posyandu setempat menyalurkan MBG kepada 60 Data Penerima Manfaat (DPM) di wilayah tersebut.
Kegiatan dilakukan sesuai petunjuk teknis (juknis) program, meliputi:
- Pendaftaran sasaran dengan membawa data diri
- Verifikasi data oleh petugas Posyandu
- Pemberian MBG sesuai jadwal dan menu yang ditetapkan
- Pencatatan dalam buku registrasi atau aplikasi
- Pemantauan status gizi penerima manfaat
Adapun sasaran program mencakup anak usia 6–59 bulan, ibu hamil, dan ibu menyusui. Menu yang diberikan terdiri dari makanan utama (nasi, sayur, lauk), makanan tambahan (buah dan susu), serta makanan ringan atau camilan.
Secara umum, program MBG bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan. Selain itu, program ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka malnutrisi dan stunting, meningkatkan konsentrasi belajar anak, serta memperkuat produksi pangan lokal dengan melibatkan pelaku UMKM, petani, dan nelayan dalam rantai pasok.
Program MBG secara nasional merupakan bagian dari kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada Januari 2025 dengan target 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan di tingkat desa melibatkan pemerintah daerah, kader kesehatan, serta partisipasi masyarakat guna memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.












