MITRAPOL.com, Nabire – Mediasi antara Pemerintah Kabupaten Nabire dan Gereja Kristen Injili (GKI) terkait pembangunan dan rehabilitasi Gedung Olahraga (GOR) Nabire berlangsung aman dan tertib di Polres Nabire, Senin (21/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 10.20 WIT itu dihadiri Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., CPHR, serta sejumlah perwakilan GKI, di an-taranya Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Nabire Pdt. Decky Maker, S.Si.Teol. dan Pdt. Pubelius Manuaron, S.Si., Teol.
Dalam mediasi tersebut, Bupati Mesak Magai mengapresiasi seluruh pihak yang hadir dan memilih penyelesaian persoalan melalui komu-nikasi dan musyawarah.
Menurut Mesak, GOR Nabire memiliki nilai penting bagi pemerintah dan masyarakat. Selain memiliki nilai sejarah, fasilitas tersebut selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan daerah serta pembinaan generasi muda melalui olahraga.
“Gedung ini juga menjadi tempat kita membina karakter manusia, terutama anak-anak kita di Kabupaten Nabire yang memiliki potensi di bidang olahraga. Berbagai kegiatan daerah selama ini juga dilaksanakan di tempat tersebut,” ujar Mesak.
Dalam kesempatan itu, Mesak menyampaikan permohonan maaf secara pribadi, atas nama keluarga, sekaligus atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire kepada pihak gereja dan masyarakat terkait persoalan yang sebelumnya terjadi.
“Saya pribadi, atas nama keluarga, sekaligus atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak ger-eja dan seluruh masyarakat atas kata-kata maupun tindakan yang mungkin berada di luar kontrol kami,” katanya.
Mesak berharap hasil mediasi menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan antara pemerintah, gereja, dan masyarakat serta mendukung pembangunan di Kabupaten Nabire.
Terkait rehabilitasi GOR Nabire, Mesak mengatakan pekerjaan yang sebelumnya sempat dihentikan kini telah kembali berjalan. Menurutnya, penghentian pekerjaan hanya berlangsung selama satu hari sebe-lum kegiatan dilanjutkan kembali.
Perwakilan GKI, Pdt. Pubelius Manuaron, turut menyampaikan permohonan maaf atas persoalan yang sebelumnya terjadi.
Pubelius mengatakan pihak gereja telah mengikuti proses mediasi serta memperoleh penjelasan dan melihat sejumlah dokumen yang disam-paikan dalam pertemuan tersebut.
“Dalam kesempatan ini, secara resmi kami juga menyampaikan permohonan maaf atas semua yang telah terjadi. Kami berharap ke depan tidak perlu ada persoalan seperti ini lagi,” ujar Pubelius.
Ia menegaskan pembangunan GOR pada akhirnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat Nabire, khususnya dalam mendukung kegiatan olahraga dan pembangunan daerah.
Pubelius juga mengajak jemaat dan masyarakat menghormati hasil me-diasi serta tidak memperpanjang persoalan yang telah dibahas bersa-ma.
“Kita berharap tidak ada lagi pihak yang memanfaatkan persoalan ini untuk menjatuhkan pemerintah. Persoalan ini sudah selesai dan pembangunan tersebut untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Dengan tercapainya komunikasi melalui mediasi, rehabilitasi GOR Nabire diharapkan dapat terus berjalan. Pemerintah, pihak gereja, dan masyarakat juga diharapkan bersama-sama menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah.












