MITRAPOL.com, NABIRE – Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mendorong pemerintah kabupaten dan pelaku usaha memperkuat sektor ekonomi lokal untuk meningkatkan pendapatan serta kese-jahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Meki dalam Rapat Pimpinan Provinsi (RAPIMPROV) II di Nabire, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 11.15 WIT.
Menurut Meki, pertumbuhan ekonomi daerah berkaitan dengan berbagai indikator kesejahteraan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Intinya begini, sebuah daerah itu maju, pertama indikasinya bagaimana pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jadi bagaimana PDRB itu menentukan pendidikan, menentukan kesehatan, dan menentukan kesejahteraan orang di daerah itu,” ujar Meki.
Ia mengatakan visi dan misi pemerintah daerah perlu diikuti dengan peningkatan sumber pendapatan masyarakat dan bergeraknya sektor usaha lokal.
“Orang boleh bicara tentang visi-misi, tetapi kalau rakyat tidak punya penghasilan yang tetap atau pengusaha lokal tidak bergerak, maka pertumbuhan ekonomi tetap rendah,” katanya.
Dalam arahannya, Meki menyoroti struktur perekonomian Papua Tengah yang masih didominasi sektor pertambangan.
Ia menyebut sekitar 76 persen pertumbuhan ekonomi Papua Tengah bergantung pada sektor tambang. Menurutnya, kondisi tersebut membuat perekonomian daerah rentan apabila aktivitas pertambangan mengalami gangguan.
“Kalau masyarakat demo, melakukan pemalangan, mesin terganggu atau terjadi longsor sehingga aktivitas tambang tidak bergerak, itu akan mengganggu semua pertumbuhan ekonomi di provinsi ini,” jelasnya.
Data pemerintah daerah menunjukkan dominasi sektor pertambangan dan penggalian dalam struktur PDRB Papua Tengah. Dalam dokumen perencanaan Pemprov Papua Tengah, kontribusi sektor tersebut terhadap PDRB atas dasar harga berlaku tercatat 73 persen pada 2025.
Karena itu, Meki mendorong pengembangan sektor ekonomi lain yang bersumber dari potensi masyarakat dan daerah.
Ia juga meminta pemerintah kabupaten di Papua Tengah lebih proaktif mengembangkan perekonomian di wilayah masing-masing.
“Provinsi juga menerima data dari kabupaten-kabupaten. Jadi kabupat-en harus proaktif. Pertumbuhan ekonomi provinsi tergantung pertumbuhan ekonomi di kabupaten masing-masing,” ujarnya.
Meki menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam meng-gerakkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, dunia usaha memiliki peran dalam menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan usaha.
Ia mencontohkan Kabupaten Nabire. Menurut Meki, aktivitas usaha yang berjalan normal serta pelaksanaan kewajiban usaha dan perpajakan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Sebaliknya, apabila aktivitas usaha tidak berjalan dengan baik dan kontribusinya terhadap daerah rendah, kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
Meki juga mendorong kerja sama antara pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Selain pertambangan, Meki menyoroti sektor perikanan sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah provinsi, kata dia, akan mendorong pembangunan infra-struktur pendukung, termasuk pelabuhan dan fasilitas penyimpanan hasil perikanan atau cold storage.
“Bagaimana cara kita bekerja sama antara Kadin Indonesia Provinsi Pa-pua Tengah dan pemerintah. Salah satu contoh, kita mungkin mem-bangun pelabuhan atau cold storage,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi merencanakan pembangunan pelabuhan nelayan di wilayah pesisir pada tahun mendatang. Saat ini, pemerintah masih mempersiapkan dokumen perencanaan atau Detail Engineering Design (DED).
Menurut Meki, infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan di wilayah pesisir utara Papua Tengah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil laut.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan pelabuhan perikanan yang didukung fasilitas air bersih, cold storage, sistem pendingin, dan pabrik es.
Menurutnya, fasilitas tersebut perlu dikelola secara optimal agar potensi perikanan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Dalam arahannya, Meki mengatakan latar belakang pendidikan bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seorang pengusaha.
Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki kemampuan memahami perhitungan usaha, mengelola bisnis, serta membaca kebutuhan pasar.
Ia juga menekankan pentingnya pemasaran bagi produk lokal Papua Tengah. Produk yang dihasilkan masyarakat, kata dia, perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar memiliki nilai jual dan mampu bersaing di luar daerah.
Persoalan biaya logistik yang tinggi di Papua Tengah juga disebut menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha.
Karena itu, Meki mendorong strategi pemasaran dan kerja sama usaha yang dapat membantu produk lokal menjangkau pasar di luar Papua Tengah.
Menutup arahannya, Meki mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan mulai menyusun program kerja untuk 2027 dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Ia berharap pemerintah daerah, dunia usaha, Kadin, dan pemangku kepentingan lainnya dapat bekerja sama mengembangkan potensi ekonomi Papua Tengah.
“Kita sudah akan mulai menyusun program tahun 2027 dalam waktu satu sampai dua bulan ke depan, sehingga kita gotong royong dan bekerja,” pungkasnya.
Meki juga mengingatkan pentingnya kejujuran dan kesetiaan dalam membangun kerja sama, baik di lingkungan pemerintahan maupun dunia usaha.
Dorongan diversifikasi ekonomi tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang sebelumnya disampaikan Pemprov Papua Tengah, yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan ekonomi, dan pengurangan ketergantungan terhadap sektor tertentu sebagai bagian dari tantangan pembangunan daerah.












