MITRAPOL.com, Jakarta — Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) mulai melakukan konsolidasi organisasi, program, dan jaringan sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Umum Partai Parsindo, KRH H.M. Jusuf Rizal, mengatakan konsol-idasi dilakukan sejak dini, termasuk pemutakhiran data kepengurusan dan persiapan data partai politik dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Partai Parsindo terus bergerak melakukan konsolidasi senyap. Sebab, para loyalis Bapak H.M. Soeharto masih banyak,” kata Jusuf Rizal di Ja-karta.
Menurut Jusuf Rizal, konsolidasi diperlukan karena setelah Partai Parsindo tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2024, sejumlah pengurus berpindah ke partai politik lain atau telah menduduki jabatan baru.
Ia mencontohkan Ketua DPW Partai Parsindo DKI Jakarta, H. Azran, yang kini disebut telah menjadi anggota DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta.
Jusuf Rizal menjelaskan, konsolidasi organisasi dilakukan dengan menata kembali struktur kepengurusan mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Pengurus yang sudah tidak aktif akan diganti atau direvitalisasi. Penataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) III Partai Parsindo.
“Bagi pengurus yang tidak aktif, kami revitalisasi. Kami juga membuka jaringan baru yang memungkinkan partai politik lain melakukan merger untuk bersama-sama membesarkan partai,” ujar Jusuf Rizal.
Ia menyebut telah ada sejumlah partai politik yang menunjukkan ketertarikan untuk bersinergi dengan Partai Parsindo. Namun, informasi mengenai nama partai dan bentuk kerja sama tersebut belum disampaikan secara rinci.
Jusuf Rizal menyatakan optimistis Partai Parsindo dapat berkembang dan memenuhi persyaratan sebagai peserta Pemilu 2029. Ia menyebut Partai Parsindo mengusung tagline “Partai Kerakyatan, Nasionalis, dan Religius.”
Salah satu agenda yang disebut akan diperjuangkan Partai Parsindo adalah pengawalan terhadap agenda Reformasi 1998, termasuk pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Menjelang pelaksanaan Munas III, konsolidasi akan diarahkan untuk membentuk struktur kepengurusan baru dan memperkuat jaringan partai.
“Dengan demikian, ada energi baru untuk memanaskan mesin politik Partai Parsindo menuju Pemilu 2029,” kata Jusuf Rizal.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada wartawan, Partai Parsindo juga disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan loyalis Presiden RI ke2, Soeharto.
Namun, sejumlah klaim mengenai alasan Partai Parsindo tidak lolos se-bagai peserta Pemilu 2024, proses gugatan ke Bawaslu dan PTUN, serta dukungan tokoh tertentu perlu disertai dokumen atau konfirmasi dari sumber terkait.
Demikian pula informasi mengenai dukungan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dan perpindahan kelompok pendukung dari Partai Berkarya ke Partai Parsindo perlu diverifikasi secara terpisah agar tidak menimbulkan kesimpulan yang belum didukung bukti.












