Nusantara

Jalan Kabupaten di Patia Berlumpur Diduga Akibat Combine Harvester, Pengendara Keluhkan Bahaya Kecelakaan

Admin
×

Jalan Kabupaten di Patia Berlumpur Diduga Akibat Combine Harvester, Pengendara Keluhkan Bahaya Kecelakaan

Sebarkan artikel ini
Jalan Kabupaten di Patia Berlumpur Diduga Akibat Combine Harvester
Jalan Kabupaten di Patia yang Berlumpur Diduga Akibat Combine Harvester

MITRAPOL.com, Pandeglang – Aktivitas penggunaan combine harvester atau mesin pemanen padi di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, diduga menimbulkan dampak negatif terhadap infrastruktur jalan umum.

Jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Pagelaran–Patia dilaporkan berlumpur dan licin akibat lintasan mesin tersebut, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat sejumlah ruas jalan dipenuhi lumpur yang diduga berasal dari roda combine harvester saat keluar masuk area persawahan.

Kondisi ini membuat permukaan jalan menjadi licin dan sulit dilalui, khususnya oleh pengendara sepeda motor.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (4/1/2026), mengungkapkan bahwa penggunaan combine harvester di wilayah tersebut kerap merusak badan jalan.

“Combine harvester ini memang membantu petani, tapi sering meninggalkan lumpur dan tanah di jalan. Jalan jadi licin dan membahayakan pengendara,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengendara lainnya. Ia menilai pengoperasian alat berat tersebut seharusnya menggunakan towing atau kendaraan pengangkut khusus agar tidak merusak fasilitas umum.

“Seharusnya pakai towing, jangan langsung melintas di jalan umum. Yang kena imbasnya kami pengguna jalan,” katanya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya menelusuri kepemilikan combine harvester yang dimaksud serta meminta klarifikasi dari pihak terkait mengenai pengawasan dan mekanisme operasional alat berat tersebut.

Saat tim media melintas di lokasi, tidak ditemukan lagi aktivitas combine harvester. Namun kondisi jalan yang berlumpur masih terlihat jelas dan menjadi sorotan warga.

Publik pun mempertanyakan peran pihak berwenang dalam pengawasan serta penegakan aturan agar kejadian serupa tidak terulang.