MITRAPOL.com, Aceh Selatan – Masyarakat Aceh Selatan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang beredar di media sosial. Sejumlah informasi yang berkembang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan serta mengganggu keharmonisan sosial di wilayah tersebut, Minggu (11/1/2026).
Beberapa narasi yang beredar di media sosial belakangan ini menyasar nama Bupati Aceh Selatan nonaktif, H. Mirwan MS. Berbagai isu, mulai dari rencana aksi demonstrasi hingga kabar pertemuan tertutup yang belum terkonfirmasi, dinilai berpotensi merugikan pihak tertentu sekaligus memicu persepsi publik yang tidak berimbang.
Tim investigasi Mitrapol menilai, isu-isu tersebut tidak hanya berdampak pada individu yang menjadi sasaran, namun juga berpotensi mengganggu stabilitas dan keharmonisan masyarakat Aceh Selatan secara luas. Bahkan, berkembang dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang berada di balik penyebaran narasi tersebut dengan tujuan yang tidak sepenuhnya berpihak pada kepentingan publik.
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah pihak sempat diminta untuk ikut terlibat dalam sebuah rencana aksi yang berkaitan dengan isu tersebut. Namun, setelah memperoleh informasi lanjutan dari pihak yang dinilai kredibel, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan keterlibatan.
“Awalnya kami mempercayai informasi yang beredar. Namun setelah mengetahui kondisi sebenarnya, kami memilih untuk tidak ikut terlibat,” ungkap sumber tersebut.
Ia juga menyebut adanya indikasi upaya sistematis untuk membentuk opini publik melalui penyebaran narasi tertentu di media sosial, yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Situasi ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Warga diimbau untuk menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang serta mengedepankan dialog dalam menyikapi perbedaan pandangan.
Dengan sikap bijak dan kritis, masyarakat Aceh Selatan diharapkan dapat menjaga persatuan serta terhindar dari potensi konflik yang dapat merugikan kepentingan bersama.












