MITRAPOL.com, Simeulue – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sanggiran, Kabupaten Simeulue, Aceh, terancam belum dapat dilakukan Provisional Hand Over (PHO) karena pekerjaan dinilai belum sepenuhnya rampung dan belum memenuhi standar teknis.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Simeulue, Renita, menegaskan bahwa PHO tidak akan dilakukan sebelum seluruh pekerjaan proyek dinyatakan selesai secara menyeluruh.
“PHO belum bisa dilakukan. Kami masih melihat proses pengerjaannya karena sampai saat ini pekerjaan belum selesai. Jika belum sempurna, tentu kami tidak berani melakukan PHO,” ujar Renita, Senin (12/1/2026).
Dalam waktu dekat, Dinas PUPR Simeulue berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek untuk memastikan kualitas pekerjaan, termasuk melaksanakan uji mutu beton sesuai ketentuan teknis.
“Saat pengecekan nanti akan dilakukan uji mutu beton karena itu wajib. Saat ini kami masih menunggu PPTK yang sedang bertugas ke Medan. Setelah kembali, kami akan turun bersama ke lokasi,” jelasnya.
Terkait realisasi anggaran, Renita menyebutkan bahwa dana proyek SPAM tersebut telah dicairkan sebesar 95 persen. Sementara sisanya masih ditahan sebagai jaminan penyelesaian pekerjaan.
“Dana yang sudah dicairkan sekitar 95 persen. Masih ada 5 persen yang kami tahan karena masih ada kemungkinan denda apabila pekerjaan tidak sesuai ketentuan,” pungkasnya.












