Nasional

PTPN IV PalmCo Raih 23,3 Juta Jam Kerja Zero Accident Berkat Budaya Keselamatan Konsisten

Admin
×

PTPN IV PalmCo Raih 23,3 Juta Jam Kerja Zero Accident Berkat Budaya Keselamatan Konsisten

Sebarkan artikel ini
PTPN IV PalmCo Raih 23,3 Juta Jam Kerja Zero Accident
PTPN IV PalmCo

MITRAPOL.com, Jakarta – Di tengah tingginya risiko kerja di sektor perkebunan dan agroindustri, Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, kembali mencatatkan capaian 23,3 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan fatal (zero accident). Manajemen menegaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi panjang dalam membangun dan menjalankan budaya keselamatan kerja secara berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa capaian jam kerja aman bukanlah tujuan jangka pendek, melainkan indikator dari sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dijalankan secara disiplin dari waktu ke waktu.

Menurutnya, mempertahankan zero accident dalam periode panjang membutuhkan komitmen organisasi yang kuat, bukan sekadar pendekatan seremonial atau program musiman.

“Keselamatan kerja itu maraton, bukan sprint. Tidak bisa dibangun secara instan. Yang menentukan adalah konsistensi menjalankan sistem setiap hari, di setiap unit kerja,” ujar Jatmiko. Sabtu (24/1).

Sistem Keselamatan yang Berjalan Nyata

Jatmiko menjelaskan, salah satu kunci utama menjaga zero accident adalah memastikan sistem K3 benar-benar diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari. Setiap pekerjaan harus melalui proses perencanaan, identifikasi potensi bahaya, analisis risiko, hingga pengendalian yang terukur.

Dengan pendekatan tersebut, pencegahan dilakukan sejak awal sebelum insiden terjadi, bukan hanya sebagai respons setelah kecelakaan.

“Jika sistem berjalan dengan baik, pekerja akan terlindungi. Jam kerja aman yang panjang hanya mungkin dicapai melalui pencegahan yang konsisten,” katanya.

Membangun Budaya Melapor dan Saling Mengingatkan

Selain sistem, PalmCo juga menaruh perhatian pada penguatan budaya keselamatan yang melibatkan pekerja sebagai subjek utama. Perusahaan mendorong pekerja untuk aktif melaporkan kondisi tidak aman serta berani saling mengingatkan tanpa rasa takut akan sanksi.

Budaya tersebut dibangun melalui komunikasi dua arah dan keteladanan pimpinan di lapangan, sehingga keselamatan dipahami sebagai kebutuhan bersama, bukan beban.

“Zero accident tidak mungkin tercapai jika hanya manajemen yang berbicara. Pekerja harus merasa memiliki sistem keselamatan itu,” ujar Jatmiko.

Penguatan Kompetensi dan Kepemimpinan K3

Dalam menjaga konsistensi penerapan K3, PalmCo juga melakukan investasi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ratusan pekerja dibekali sertifikasi keselamatan kerja, termasuk Ahli K3 Umum, guna memastikan pengawasan dan pendampingan dilakukan secara profesional.

Pendekatan ini menempatkan K3 sebagai bagian dari kepemimpinan operasional. Setiap pimpinan unit bertanggung jawab langsung atas keselamatan tim kerjanya.

“Keselamatan tidak berhenti pada rambu atau alat pelindung. Faktor penentu utamanya adalah kepemimpinan dan perilaku kerja sehari-hari,” tegasnya.

Evaluasi Berkelanjutan

Momentum Bulan K3 Nasional dimanfaatkan PalmCo sebagai sarana evaluasi berkelanjutan. Setiap periode kerja dijadikan pembelajaran untuk menutup potensi celah risiko, melalui penguatan teknologi, pengawasan berlapis, serta integrasi K3 ke dalam proses bisnis.

Bagi PalmCo, mempertahankan jam kerja aman bukan sekadar pencapaian statistik, melainkan wujud tanggung jawab korporasi terhadap keselamatan pekerja dan keberlanjutan usaha.

“Selama risiko masih ada, maka upaya keselamatan tidak pernah selesai,” tutup Jatmiko.