MITRAPOL.com | Bener Meriah, Aceh – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampahan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Senin (9/3/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat setelah infrastruktur tersebut sempat terdampak bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody didampingi Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar serta jajaran terkait. Mereka meninjau intake Batu Lepek, yang merupakan bagian penting dari sistem SPAM Lampahan sebagai sumber pengambilan air baku sebelum diproses di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lampahan.
Menteri Dody menegaskan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum terus mendorong percepatan penanganan infrastruktur air minum agar masyarakat dapat kembali memperoleh layanan air bersih secara optimal.
“SPAM ini sebelumnya sempat mengalami kerusakan, namun sudah kami perbaiki dan kini kembali fungsional. SPAM Lampahan mampu memberikan layanan air bersih bagi hampir 3.000 kepala keluarga,” ujar Dody.
Menurutnya, proses pemulihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemulihan sumber air, perbaikan fasilitas pengolahan, hingga penguatan sistem distribusi agar pelayanan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain itu, Kementerian PU juga berencana menambah Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru dengan kapasitas 20 liter per detik guna meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat.
“Harapannya, seluruh air yang disalurkan ke rumah tangga sudah melalui proses pengolahan yang baik sehingga dapat meminimalisir risiko pencemaran maupun bakteri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh Tommy Permadhy menjelaskan bahwa IPA Lampahan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut.
Menurutnya, instalasi pengolahan air tersebut memiliki kapasitas sekitar 20 hingga 30 liter per detik dan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi sekitar 4 hingga 5 desa di wilayah sekitar.
“Alhamdulillah saat ini instalasi sudah mulai difungsionalkan kembali sehingga masyarakat dapat segera menikmati layanan air bersih,” kata Tommy.
Ia menambahkan, tim BPBPK Aceh juga telah melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan, termasuk membersihkan material longsoran serta sedimen di area intake dan membuka kembali akses menuju lokasi agar proses perbaikan dapat berjalan optimal.
Selain itu, upaya perlindungan terhadap sumber air juga dilakukan untuk mencegah pencemaran dari aktivitas di sekitar kawasan.
“Kami memastikan sumber air tetap terlindungi sehingga kualitas air yang diolah tetap terjaga sebelum didistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Kementerian PU akan terus melanjutkan pemulihan serta peningkatan infrastruktur SPAM Lampahan, termasuk memperbaiki sejumlah pipa distribusi yang sebelumnya rusak akibat bencana.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap cakupan layanan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Bener Meriah dan wilayah sekitarnya dapat terus meningkat.












