MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terlibat aktif dalam penanganan bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (23/1/2026) malam.
Banjir bandang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Pemalang bagian barat sejak pukul 13.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit Sungai Comal meningkat signifikan hingga mencapai 329.841 liter per detik, atau berstatus siaga berdasarkan pantauan di Bendung Sokawati.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen untuk hadir dalam penanganan bencana di berbagai daerah.
“Kementerian PU melalui BBWS Pemali Juana langsung melakukan monitoring dan meningkatkan kesiapsiagaan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sekaligus memastikan infrastruktur sumber daya air dan konektivitas dapat segera ditangani agar aktivitas warga kembali normal,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya.
Sebagai langkah awal, BBWS Pemali Juana melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi Sungai Comal serta pendataan awal dampak bencana. Selain itu, personel dan peralatan telah disiagakan untuk mendukung penanganan darurat di lokasi terdampak.
Berdasarkan data sementara, banjir bandang mengakibatkan terputusnya Jembatan Baru Desa Nyalembeng yang menghubungkan ruas Jalan Karangsari–Pulosari, serta rusaknya jembatan penghubung Dusun Silegok–Sipendil. Selain itu, sejumlah rumah warga di Desa Gunungsari dan Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, dilaporkan mengalami kerusakan.
Dalam penanganan bencana tersebut, Kementerian PU melalui BBWS Pemali Juana terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang, BPSDA Pemali Comal, serta pemerintah desa setempat.
Hingga Sabtu (24/1/2026), kondisi banjir di wilayah terdampak dilaporkan berangsur surut seiring menurunnya debit air Sungai Comal. Meski demikian, Kementerian PU memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi bencana lanjutan, terutama jika terjadi hujan susulan dengan intensitas tinggi.












