MITRAPOL.com, Lumajang – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan cepat terhadap infrastruktur yang terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bencana tersebut terjadi pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB akibat tingginya intensitas curah hujan di kawasan Gunung Semeru.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan debit aliran sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali, Wilayah Sungai Bondoyudo–Bedadung. Kondisi tersebut memicu luapan lahar dingin yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk tanggul dan jembatan penghubung antarwilayah.
Berdasarkan laporan di lapangan, tanggul hulu kanan pelintas Gondoruso jebol sepanjang kurang lebih 50 meter. Akibatnya, akses jalan desa terputus dan lahan pertanian warga seluas sekitar dua hektare mengalami kerusakan. Selain itu, Jembatan Limpas Gondoruso yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi terdampak langsung dan sempat mengganggu konektivitas masyarakat.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menginstruksikan seluruh balai teknis terkait untuk segera melakukan penanganan darurat, khususnya pada infrastruktur yang menjadi akses vital masyarakat.
“Kementerian PU bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat untuk memastikan akses warga segera pulih. Terutama bagi anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur dasar harus kembali berfungsi agar kegiatan sosial dan ekonomi tidak terhenti,” ujar Menteri Dody.
Menindaklanjuti arahan tersebut, pada Senin (2/2/2026) Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mulai melakukan penanganan di lapangan. Penanganan dilakukan setelah kondisi cuaca dinyatakan cerah dan aliran sungai berangsur surut.
Sebagai langkah percepatan, sejumlah alat berat dikerahkan ke lokasi terdampak. BBWS Brantas memobilisasi dua unit excavator dan satu unit dump truck, sementara BBPJN Jawa Timur–Bali mengerahkan satu unit excavator dan satu unit dump truck.
Fokus penanganan dipusatkan di sekitar Jembatan Limpas Gondoruso yang merupakan akses utama bagi warga Dusun Liwek dan Dusun Glendang Petung. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembersihan alur sungai dari material lahar, perbaikan tanggul yang jebol, serta perbaikan oprit Jembatan Limpas Gondoruso yang mengalami kerusakan.
Seluruh kegiatan penanganan dilakukan secara terpadu dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lumajang guna memastikan penanganan darurat berjalan efektif dan tepat sasaran. Sementara itu, akses lalu lintas warga masih dapat berlangsung secara fungsional melalui jalur alternatif yang melintasi area persawahan.
Kementerian PU memastikan penanganan darurat akan terus dilakukan hingga infrastruktur terdampak kembali berfungsi optimal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.












