Jakarta

Kementerian PU Tangani Cepat Banjir di Spring Valley Sentul City, Box Culvert Akan Dibongkar

Admin
×

Kementerian PU Tangani Cepat Banjir di Spring Valley Sentul City, Box Culvert Akan Dibongkar

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Tangani Cepat Banjir di Spring Valley Sentul City
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani banjir yang terjadi di Cluster Spring Valley, Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (11/2/2026).

MITRAPOL.com, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani banjir yang terjadi di Cluster Spring Valley, Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (11/2/2026).

Banjir dipicu curah hujan tinggi mencapai 64 milimeter dalam durasi sekitar tiga jam. Kondisi tersebut meningkatkan debit aliran pada dua anak Sungai Citeureup yang melintas di kawasan perumahan.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, keselamatan masyarakat dan keberlanjutan fungsi infrastruktur sumber daya air menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kementerian PU berkomitmen hadir cepat di lokasi terdampak bencana. Identifikasi dan survei lapangan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk pengerahan alat berat agar risiko banjir susulan dapat diminimalkan,” ujar Dody dalam keterangan resmi.

Alur Sungai Dialihkan, Box Culvert Dinilai Tidak Memadai

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, David Partonggo Oloan Marpaung, menyampaikan bahwa Kementerian PU melalui BBWS Ciliwung Cisadane telah melakukan penanganan darurat bersama pihak pengembang.

Di kawasan tersebut saat ini sedang berlangsung pembangunan 560 unit rumah beserta fasilitas pendukung. Salah satu infrastruktur yang dibangun adalah box culvert untuk mengalirkan dua anak Sungai Citeureup dari perbukitan sekitar.

Menurut David, hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu meningkatkan debit aliran sekaligus membawa material debris dari hulu.

“Ketika memasuki area perumahan, alur sungai alami diketahui telah dialihkan dan digantikan dengan box culvert yang dimensinya tidak memadai untuk menampung debit air dan material bawaan saat hujan ekstrem,” kata David.

Pengembang Diminta Urus Izin, Alur Sungai Akan Dikembalikan

Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU meminta pihak pengembang segera mengurus izin pemanfaatan dan pengalihan alur sungai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

David menyebut proses perizinan tersebut tidak dipungut biaya dan dapat diselesaikan paling lama dua minggu apabila seluruh persyaratan teknis telah dipenuhi.

Box culvert yang telah terpasang akan dibongkar dan alur sungai dikembalikan ke kondisi alami. Jika diperlukan, pengembang juga diwajibkan melakukan perkuatan tebing (revetment) sesuai standar teknis untuk menjaga stabilitas aliran dan mencegah erosi.

Alat berat yang telah berada di lokasi akan melanjutkan pekerjaan pengembalian alur sungai, normalisasi, serta perapihan tebing agar kapasitas aliran kembali optimal dan risiko banjir susulan dapat diminimalkan.

Dorong Standar Teknis Pengelolaan Sungai

Kementerian PU menegaskan pentingnya penerapan standar teknis dalam pengelolaan ruang sungai untuk meminimalkan risiko banjir.

Pengelolaan kawasan, khususnya di wilayah hulu, harus memperhatikan aspek hidrologi serta keselamatan masyarakat.

Kementerian PU juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak pengembang untuk memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, sesuai regulasi, serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.