MITRAPOL.com, Bandung – Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal 2026, Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo memperkuat langkah mitigasi melalui kolaborasi lintas sektoral bersama TNI dan Polri. Upaya tersebut diwujudkan dalam bentuk latihan terpadu serta simulasi tanggap darurat di sejumlah unit kerja perusahaan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan perusahaan menempatkan mitigasi bencana sebagai bagian dari strategi keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.
“Kami ingin memastikan bahwa karhutla dapat dicegah sebelum meluas. Dengan pemantauan berbasis teknologi dan kesiapsiagaan tim di lapangan, kami berharap tidak ada kejadian besar yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” ujar Jatmiko di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Pemantauan Berbasis Teknologi
Dalam strategi tersebut, PTPN IV PalmCo mengaktifkan sistem pemantauan digital terintegrasi bernama Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara (ARFINA). Sistem ini diklaim mampu mendeteksi titik panas (hotspot) secara real-time di wilayah operasional perusahaan.
Menurut Jatmiko, investasi pada sistem pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah meluas.
Selain penguatan teknologi, perusahaan juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti embung dan kolam penampungan air di sejumlah titik strategis, sebagai cadangan logistik pemadaman.
Latihan Gabungan di Riau
Salah satu kegiatan kesiapsiagaan digelar di Kebun Air Molek, Riau, yang melibatkan Regional PTPN IV PalmCo bersama Korem 031/Wira Bima dan Kodim 0302/Indragiri Hulu (Inhu).
Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Korem 031/WB, Letkol Inf Teguh, menegaskan pentingnya koordinasi terpadu dalam penanganan bencana.
“Penanggulangan bencana memerlukan kesiapsiagaan bersama, komunikasi cepat, serta koordinasi solid antarinstansi. Latihan ini dirancang agar seluruh unsur siap bergerak secara terpadu di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan perusahaan, baik dari sisi personel, peralatan pemadam, maupun sistem pemantauan digital.
Komandan Kodim 0302/Inhu, Letkol Inf Bangun Bara, menambahkan latihan gabungan ini bertujuan menyamakan pola pikir dan langkah antar-pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman karhutla yang rutin terjadi.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan negara dalam upaya pencegahan bencana menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Melalui sinergi teknologi dan koordinasi lapangan, diharapkan potensi karhutla pada 2026 dapat ditekan, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan stabilitas operasional di wilayah rawan.












