MITRAPOL.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan penanganan kerusakan jalan di sejumlah wilayah guna mengantisipasi terganggunya mobilitas masyarakat selama puncak musim hujan dan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), penanganan dilakukan secara serentak berupa penutupan jalan berlubang, pembersihan drainase dan bahu jalan, pengangkatan sedimen, hingga penanganan longsor di beberapa titik.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan lancar di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.
Penanganan di Ruas Strategis
Kegiatan penanganan dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pada sejumlah ruas strategis, antara lain:
- Ruas Kali Rejo – Bangun Rejo
- Ruas Metro – Kota Gajah
- Ruas Kotabumi – Bandar Abung
- Ruas Daya Murni – Gunung Batin
Di wilayah Kotabumi, khususnya ruas Bandar Abung, alat berat dikerahkan untuk membersihkan aliran air di sisi bahu jalan guna meminimalkan genangan sebelum dilakukan penimbunan.
Sementara itu, pada ruas Metro – Kota Gajah, petugas melakukan pengerukan saluran air untuk menjaga kelancaran aliran dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Penimbunan jalan berlubang dan pengerukan drainase juga dilakukan di ruas Daya Murni – Gunung Batin serta Kali Rejo – Bangun Rejo.
Program Perbaikan Menyeluruh
Selain penanganan darurat, Pemprov Lampung juga menyiapkan program perbaikan lebih menyeluruh terhadap 62 ruas jalan provinsi. Program tersebut direncanakan dimulai pada Maret 2026, lebih cepat dari jadwal biasanya.
Percepatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara berkelanjutan, mendukung distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Lampung.
Pemprov Lampung menyatakan akan terus memantau kondisi jalan selama musim hujan guna memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.












