MITRAPOL.com, Yogyakarta – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2025–2026 resmi dilantik dalam resepsi pelantikan dan sarasehan yang digelar di Convention Hall Lantai 2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (14/2/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah gerakan PMII DIY dalam memperkuat kaderisasi serta mendorong peran mahasiswa sebagai katalisator gerakan eko-sosial.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII DIY Mochamad Sodik, Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga Abdur Rozaki, Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Ketua IKA PMII DIY Ahmad Anfasul Marom, serta Ketua Bidang Kaderisasi PB PMII Acep Jamaluddin, yang sekaligus melantik kepengurusan baru.
Demokrasi dan Perspektif Ekologis
Dalam keterangannya, Mochamad Sodik menilai tema pelantikan mencerminkan keberanian organisasi dalam membaca tantangan zaman. Ia menekankan bahwa demokrasi tidak boleh dimaknai semata sebagai prosedur elektoral lima tahunan, melainkan sebagai instrumen keadilan sosial yang berpihak pada masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya perspektif ekokrasi, yakni kesadaran bahwa persoalan lingkungan selalu berkaitan dengan dimensi sosial dan kebijakan publik.
“PMII perlu hadir sebagai kekuatan etis yang menjaga kualitas demokrasi sekaligus merawat keberlanjutan ekologis,” ujarnya.
Kampus sebagai Ruang Kaderisasi
Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Abdur Rozaki, menyampaikan bahwa kampus merupakan ruang tumbuhnya gagasan dan tradisi intelektual. Ia mendorong PC PMII DIY untuk memperluas jangkauan kaderisasi di berbagai perguruan tinggi di DIY agar gerakan mahasiswa tetap terhubung dengan dinamika sosial.
Senada, Ketua Bidang Kaderisasi PB PMII, Acep Jamaluddin, menilai PMII DIY memiliki posisi strategis secara nasional. Ia menyebut penggunaan istilah “katalisator” dalam tema pelantikan relevan dengan sejarah panjang PMII DIY yang dikenal melahirkan tradisi gagasan dan model kaderisasi progresif.
Orasi Ketua Cabang
Dalam orasi perdananya, Ketua PC PMII DIY Muh Faisal menegaskan bahwa PMII di Bumi Mataram harus tetap berpijak pada akar historis organisasi.
Menurutnya, PMII lahir dari pesantren, tumbuh di kampus, dan mengabdi kepada masyarakat. Ketiga ruang tersebut, kata dia, menjadi fondasi nilai, intelektualitas, serta keberpihakan sosial organisasi.
Faisal menambahkan bahwa visi kaderisasi dan gerakan eko-sosial bukan sekadar slogan, melainkan komitmen menghadapi krisis lingkungan dan ketimpangan struktural.
“Pelantikan ini bukan garis akhir. Ini adalah garis awal. Ini adalah janji yang harus kita tunaikan kepada para pendahulu, kepada masyarakat dan kepada diri kita sendiri,” tegasnya.
Pelantikan ini menjadi titik awal konsolidasi gerakan PC PMII DIY. Organisasi tersebut menyatakan komitmen untuk menajamkan nalar kritis kader, memperluas jejaring sosial, serta mempertegas keberpihakan terhadap kelompok masyarakat yang terdampak ketimpangan ekonomi dan krisis ekologis.












