MITRAPOL.com, Bandung – Yayasan Cakra Inti Indonesia memfasilitasi penerimaan mahasiswa baru program pendidikan tinggi bagi siswa Pendidikan Pertama Bintara Kesehatan dan Pendidikan Kejuruan Bintara Kesehatan TNI Angkatan Darat (TNI AD) Gelombang II Tahun Anggaran 2025. Program ini ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) prajurit kesehatan di lingkungan TNI AD.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Bandung, Senin (9/2/2026), yayasan menyebut program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi di bidang kesehatan yang terintegrasi dengan pengembangan kapasitas, kompetensi, serta jenjang karier prajurit.
Pendidikan Dasar dan Kejuruan Bintara Kesehatan
Pendidikan Pertama Bintara Kesehatan TNI AD merupakan tahapan pembentukan prajurit yang dipersiapkan untuk menjalankan tugas sebagai Bintara Kesehatan. Program ini membekali peserta dengan disiplin militer, sikap profesional, serta kemampuan dasar pelayanan kesehatan militer.
Sementara itu, Pendidikan Kejuruan Bintara Kesehatan difokuskan pada peningkatan keahlian teknis dan kompetensi profesional di bidang kesehatan guna mendukung tugas operasional dan pelayanan kesehatan di satuan.
Program Studi Bidang Kesehatan
Melalui fasilitasi pendidikan tinggi tersebut, peserta diarahkan menempuh program studi di bidang kesehatan, antara lain:
Keperawatan
Administrasi Rumah Sakit
Farmasi
Bidang kesehatan terapan lainnya
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi akademik dan profesional prajurit Bintara Kesehatan TNI AD, sekaligus menyelaraskan pendidikan militer dengan pendidikan akademik di bidang kesehatan.
Ketua Yayasan Cakra Inti Indonesia, Dr. Mubarok, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi yayasan dalam mendukung pembangunan SDM TNI AD.
“Kami berkomitmen memfasilitasi akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi para siswa Pendidikan Bintara Kesehatan TNI AD. Prajurit kesehatan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional akan menjadi aset strategis dalam mendukung tugas TNI AD serta pelayanan kesehatan bagi prajurit dan masyarakat,” ujar Mubarok.
Sistem Layanan Berbasis Digital
Yayasan juga mengimplementasikan sistem pelayanan pendidikan berbasis kampus digital guna mempermudah layanan akademik dan administrasi mahasiswa secara cepat dan efisien melalui perangkat digital, tanpa mengganggu tugas kedinasan peserta.
Hingga saat ini, Yayasan Cakra Inti Indonesia mencatat telah memfasilitasi dan mendampingi 7.907 mahasiswa dari berbagai institusi, termasuk TNI, Polri, kementerian, pemerintah daerah, serta lembaga lainnya.
Yayasan menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dalam pengembangan pendidikan nasional dan penguatan sistem kesehatan militer.












