Nusantara

Dugaan Pungli di Perbatasan Bantarwangi–Cinoyong Kembali Terjadi, Warga dan Wisatawan Minta Aparat Bertindak

Admin
×

Dugaan Pungli di Perbatasan Bantarwangi–Cinoyong Kembali Terjadi, Warga dan Wisatawan Minta Aparat Bertindak

Sebarkan artikel ini
Dugaan Pungli di Perbatasan Bantarwangi–Cinoyong Kembali Terjadi, Warga dan Wisatawan Minta Aparat Bertindak
Dugaan Pungli di Perbatasan Bantarwangi–Cinoyong Kembali Terjadi, Warga dan Wisatawan Minta Aparat Bertindak

MITRAPOL.com, Pandeglang – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di perbatasan Desa Bantarwangi, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang dengan Desa Cinoyong, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali dikeluhkan warga dan wisatawan. Masyarakat meminta aparat penegak hukum (APH) segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

Keluhan ini mencuat setelah sebelumnya beredar video viral yang memperlihatkan adanya pungutan terhadap pengunjung yang hendak menuju objek wisata Curug Manggung di Desa Cinoyong. Dalam video tersebut, sejumlah oknum diduga meminta uang dengan nominal berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 kepada pengguna jalan.

Seorang warga Desa Cinoyong yang ditemui pada Selasa (17/2/2026) mengungkapkan bahwa praktik tersebut masih terjadi.

“Masih ada pungutan, bukan hanya kepada wisatawan, tetapi juga kepada warga yang melintas di jalan perbatasan menuju Desa Bantarwangi. Padahal kami warga setempat,” ujarnya.

Menurutnya, sebelumnya petugas Bhabinkamtibmas Desa Cinoyong dari Polsek Carita telah memberikan peringatan kepada oknum yang diduga melakukan pungli. Namun, praktik serupa disebut kembali muncul dengan alasan berbeda.

“Sekarang alasannya untuk menambal jalan, jadi mereka meminta uang dengan dalih perbaikan jalan,” tambahnya.

Warga berharap kepolisian segera mengambil langkah tegas agar aktivitas tersebut tidak terus berulang dan meresahkan masyarakat. Terlebih, Curug Manggung merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup diminati pengunjung.

Keluhan serupa juga disampaikan seorang wisatawan asal Serang yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku dimintai uang saat melintasi perbatasan sebelum memasuki kawasan wisata.

“Saya lewat Bantarwangi untuk berkunjung ke Curug Manggung. Di perbatasan diminta uang dengan berbagai alasan. Cara memintanya juga terkesan memaksa,” katanya.

Ia menilai praktik tersebut dapat mencoreng citra pariwisata daerah. Bahkan, dirinya mengaku enggan kembali berkunjung jika pungutan serupa masih terjadi.

“Di perbatasan diminta, di lokasi wisata juga ada pungutan lagi. Padahal tempatnya bagus untuk dikunjungi,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut atas dugaan pungutan liar tersebut. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan penertiban demi menjaga kenyamanan dan citra pariwisata di wilayah tersebut.